Senior
Aku dan para sepupuku memiliki rentang usia yang berbeda. Ada yang hanya beberapa tahun saja. Ada juga yang belasan tahun. Bahkan puluhan tahun. 😊.
Karena ibu adalah putri kedua mbah kakung putri. Memiliki 12 adik. Dan bungsu di keluarga mbah memiliki perbedaan usia beberapa tahun saja dengan mbak, yang merupakan cucu pertama.
Jadi, tak heran bila kemudian aku pun memiliki jarak usia yang jauh dengan sepupu termuda.
Dan.... ini ceritanya...
Siang itu, ketika waktunya bersantai di hotel, aku dan mbak sepupu mendapati masih ada beberapa seafood bebakaran sisa semalam, yang tergeletak begitu saja dimeja ruang makan. Sepertinya sudah 'mabok' udang sehingga ditinggalkan begitu saja.
Baru saja hendak menawar - nawarkan, tiba - tiba salah satu adik sepupu datang, ikut bergabung berbincang seraya menjaga sang anak yang tengah bermain dipinggir kolam.
"Mau udang ronggeng gak?" Aku menawarkan.
"Hmm .. boleh deh," ujarnya seraya mengambil piring berisi udang yang kutawarkan.
Sambil makan, sesekali pandangannya mengarah ke putrinya yang masih asyik bermain. Hingga...
"Jangan masuk kolam. Dipinggir saja!" Sebuah teriakan darinya. Teriakan yang mengejutkan kami. Seketika terlonjak dari kursi.
Protes pun dilayangkan olehku dan mbak sepupu..
"Ini, ya.. mbaknya tuh sudah sepuh. Gak bisa denger yang kenceng - kenceng. Jantungnya jadi gak aman," ujarku.
Dengan masih tetap makan, dia berkata santai, "Gak bisa mbak. Kalau pelan, ntar gak kedengeran."
Oalah... nasib jadi sepupu lansia... 🤣.
Komentar