Pinjam
Menyadari bila acara bebakaran menjadi salah satu acara wajib saat kumpul keluarga, maka sie konsumsi sejak beberapa pekan sebelumnya sudah mulai mendata segala keperluan. Mulai peralatan untuk bebakaran sampai bahan dan bumbu - bumbu yang diperlukan. Bahkan kantong sampah pun masuk dalam daftar yang harus disiapkan. Agar sisa - sisa makanan dari acara ini tidak mengotori lingkungan hotel.
Hingga saatnya tiba...
"Dek, ternyata bahan buat bebakaran besok banyak banget," mbak sepupu memberitahu. Dia ditunjuk sebagai koordinator sie konsumsi. "Padahal cuma bawa satu wajan. Pasti kurang kalau buat goreng - goreng," dia menjelaskan.
Karena kumpul keluarga adalah acara besar setiap 5 tahun sekali, tak heran bila keluarga yang datang dari 4 penjuru mata angin ini, membawa beraneka panganan. Tak hanya yang siap santap. Tapi juga ada yang harus diproses dulu sebelum disantap bersama.
Jadilah selain ada yang dibakar dan dipanggang, ada juga makanan yang akan digoreng. Sementara peralatan yang disiapkan hanya ala kadarnya saja.
Harus segera ditemukan jalan keluarnya...
Beli? Tentu tidak.
Pinjam!
Pinjam ke dapur hotel? Pastinya tidak mungkin. Kami tidak mau ambil resiko, makan malam tertunda karena ada peralatan dapur hotel yang dipinjam. 😅.
Lalu?
Adek besar turun ke kota terdekat, dimana salah satu temannya berdomisili. Jadilah kami pinjam peralatan memasak padanya. Satu hal yang mungkin tak pernah terlintas dalam benaknya. Meminjamkan peralatan masak. Dan mungkin juga selama 4 hari itu, dia harus order go food. Karena alat masaknya 'jalan - jalan' sampai ke Tawangmangu. 🤣.
Komentar