Kok..

Aku... suka sekali berbincang dengan orang baru yang kutemui saat menunggu. Menunggu bis. Menunggu panggilan bertemu dokter. Menunggu apa saja. Pun kali ini. Ketika menunggu panggilan untuk rontgen gigi.

Aku duduk disebelah ibu - ibu sepuh. Kumulai dengan menyapanya menggunakan pertanyaan standard. "Ibu sakit apa?"

Dan meluncurlah cerita tentang lututnya yang sakit. Awalnya lutut kanan. Lalu berlanjut dengan lutut kiri. Dokter ortopedi menyarankan untuk rontgen.  Juga merekomendasikan terapi.

Pertanyaan kedua pun bergulir. "Ibu sendiri?" Karena kulihat tak ada seorang pun yang mendampinginya. 

Kembali cerita panjang pun tertuang.  Beliau diantar salah satu anak dan cucunya. Yang kebetulan saat ini tengah berlibur. Sehari - hari beliau sendirian karena ketiga anaknya sudah berkeluarga semua dan tinggal di kota yang berbeda. 

Suaminya telah berpulang sejak setahun lalu karena serangan jantung diusia 72 tahun. Tak ada keluarga lain yang tinggal satu kota dengan beliau. Karena sesungguhnya beliau juga pendatang bukan warga asli.

Namun beliau beruntung, ditemani anak - anak yang kost disebelah rumahnya. Sehingga bila membutuhkan bantuan, ada yang bisa menolongnya.

Dan obrolan terus mengalir deras. Dengan memainkan mimik wajah, intonasi suara yang membantu memperjelas mimik wajah, membuat cerita si ibu seperti tak terbendung. 😀

Hingga kemudian pertanyaan berganti diajukan padaku. Pertanyaan standar juga. Seperti sakit apa, tinggal dimana hingga sampai dipertanyaan ....

"Mbaknya sekarang usia berapa?"

Aku tertawa mendengar pertanyaan ini dan mencoba mengajaknya untuk main tebak - tebakan.

"Menurut ibu, usia saya berapa?" Aku balik bertanya.

Dan jawaban beliau membuatku terkaget - kaget.

"Menurut saya, mbaknya lahir mungkin tahun 2005. Jadi sekarang sekitar 20 tahun," jawabnya yakin.

Tahukah? 
Si ibu amat sangat kaget sekali ketika tahu bahwa usiaku sudah melewati separuh abad. 😂

Dan sebagai catatan, selama berbincang, aku menggunakan masker yang menutup separuh wajah. Hanya menyisakan mata dan kening saja. 

Jadi..... ucapkan terima kasih pada masker..yang berhasil menyembunyikan wajahku dengan sempurna...ðŸĪŠ

Komentar

Postingan Populer