Drama

Setiap hari kuajak 'bermain drama', membuat Rafif dapat membuat skenario cerita sendiri.
.
Maka seperti inilah kejadiannya...
.
"Assalamu'alaikum Rafif," sambut ibu guru pada Rafif yang datang diantar sang papa.
.
Aku yang masih berbincang dengan ibu guru disudut kelas, juga memberikan sapaan dari tempatku berada.
.
"Bu Yayuk jangan disitu. Bu Yayuk sembunyi dulu," ujarnya tanpa menjawab salam dari ibu guru.
.
Hmmm apalagi, nih? Tapi oklah, ikuti saja maunya.
.
"Iya, ibu sembunyi," aku segera beranjak ke belakang kelas. Berdiam disana.
.
"Bu Yayuk jangan keluar dulu. Tunggu Rafif buka kaos kaki dulu," perintah si Abang.
.
Waduh. Bakalan ada drama didalam drama. Lantaran kegiatan buka kaos kaki untuk Rafif, selalu dibumbui drama. Karena bila tidak, akan memakan waktu yang lama pakai amat dan sekali. 😀.
.
Untuk menghindari hal ini terjadi, maka dari belakang aku mengiringi membuka kaos kaki dengan drama yang lain...
.
"Ayo Bang. Cepetan buka kaos kakinya. Ibu sudah siap keluar, nih," aku berseru.
.
"Nanti dulu, Abang belum selesai."
.
"Ayo cepetan. Ibu hitung, ya. Satu... Dua.."
.
"Pelan - pelan hitungnya, Bu Yayuk."
.
"Abang juga cepetan buka kaos kakinya. Ti..."
.
"Sudah selesai. Abang sudah selesai. Ayo Bu Yayuk keluar," perintah Rafif.
.
Aku keluar dari balik pintu dan Rafif menghambur memelukku. Drama pun selesai. 😂.
 
Posting : fb

Komentar

Postingan Populer