Ayah (Lagi)

Pagi yang basah. Hujan sudah turun sejak semalam. Dan Hana datang dengan diantar sang ayah....

"Ayuuukk," sapaan khasnya setiap pagi, saat datang ke sekolah.

"Hai Hana. Assalamu'alaikum," jawabku. "Ayo dibuka sepatunya. Dadah ayah di jendela."

Hana tampak mulai melepas sepatunya. Sementara sang ayah menungguinya di atas kendaraan. 

"Salim ayah dulu," pintanya sebelum beranjak ke jendela. 
Ini adalah permintaan yang ketiga. Setelah sebelumnya dan sebelumnya lagi hal ini sudah dilakukan. Begitulah kebiasaan Hana setiap pagi. Bolak - balik cium tangan ayahnya sebelum melambaikan tangan di jendela.

Selesai ritual cium tangan berulang kali, sang ayah segera menjalankan kendaraan menuju jendela. Untuk ritual berikutnya. Melambaikan tangan di jendela. 😊.

"Salim ayah," suara Hana terdengar lagi. 

"Ayah sudah di jendela, Han. Nanti lagi cium tangannya," ujarku yang tengah menyelesaikan tugas di depan laptop.

"Salim ayah," Hana kembali meminta. Sementara kulihat ayahnya sudah menunggu di depan jendela.

Penasaran, aku pun beranjak menghampirinya. Dan menahankan tawa ketika tahu apa yang terjadi.
Ternyata, sedari tadi yang dipanggil 'ayah' dan diajak cium tangan oleh Hana adalah ayahnya Khalisa.

Hadegh.. Hana kebiasaan. Sok akrab sama ayahnya temen. 😂.

Komentar

Postingan Populer