Baju Baru


Pagi yang cerah, ketika aku sampai di sekolah, tampak Jihan sudah asyik bermain dengan balok warna. Aku kalah pagi datangnya. 😊.
.
"Jihan juara, nih. Ibu kalah," sapaku seraya mendekati Jihan.
.
"Itu baju baru, Bu Yayuk," ibu guru memberitahu. Itu artinya harus ada pujian dan kekaguman yang dilontarkan.
.
"Oya? Baju baru? Bagus banget. Siapa yang belikan?"
.
"Ibu," jawab Jihan.
.
"Sudah bilang terima kasih belum sama ibu?" Aku selalu bertanya seperti ini pada anak - anak. Karena aku ingin mereka ingat dan terbiasa mengucapkan terima kasih atas sebuah pemberian yang mereka terima dari siapapun.
.
"Sudah!" Jawab Jihan.
.
"Itu baju belum dicuci, Bu. Sudah dipakai dari kemarin. Tidak mau diganti pagi ini," lapor ibu guru seraya berbisik. "Katanya mau ditunjukkan ke teman - teman."
.
Aku tersenyum. Pantas saja tadi saat memeluknya ada bau - bau kecut yang tercium.
.
Tapi ibu guru tak boleh kehilangan akal.
.
"Ji, bajunya mau ditunjukkan ke teman - teman khan? Kalau dipakai, nanti teman - teman gak bisa pegangnya," ibu guru mulai membujuk menggunakan tekhnik 'muter - muter' alias membingungkan. 😀. "Biar temannya bisa pegang, sekarang ganti baju dulu. Baju barunya dilepas, ya," lanjut ibu guru.
.
Jihan yang menerima penjelasan 'bertubi - tubi', tampak pasrah ketika ibu guru mulai melucuti baju barunya dan mengganti dengan bajunya yang lain.
.
"Nah, ini baju barunya dipegang. Nanti tunjukkan pada teman, ya," ibu guru memberikan baju baru yang sudah bau kecut pada Jihan.
.
Selanjutnya, ketika ada temannya yang datang, Jihan akan menunjukkan baju barunya layaknya seorang penjual yang memamerkan barang dagangannya. 😂.
.
Ibu guru selalu selangkah didepan, khan? Punya segudang ide. 😉.
Posting : Ig

Komentar

Postingan Populer