Tidak Sadar
Diakui cantik oleh Jihan, tuh ternyata sesuatu banget. 😊. Karena selama ini, tak ada yang cantik di seluruh jagad raya, kecuali Jihan!
.
"Pagi Jiji," sapaku pada Jihan saat menjumpainya sudah hadir di sekolah pagi ini. Aku biasa menyapanya 'Jiji'. Dia datang lebih dulu dari pada ibu gurunya. ☺.
.
Jihan tidak menjawab. Hanya memberikan seulas senyum manis. Tumben, nih. Biasanya diam saja.
.
"Hari ini, mood nya Jihan lagi bagus, Bu Yayuk," ibu guru memberi laporan. "Tadi kata ibunya, sepagian ini, dia manis banget. Gak bikin keributan. Sarapan sendiri," ibu guru meneruskan cerita ibunya Jihan.
.
"Oya? Bagus, tuh," sahutku. "Sini ibu peluk dulu," aku memanggil Jihan yang langsung berlari kecil menghampiriku. Kami pun berpelukan.
.
"Siapa yang cantik?" Pertanyaan yang setiap pagi kuajukan pada bocah imut yang mendapat julukan 'bayinya Bu Yayuk'.
.
"Jihan." Jawabnya tersenyum seraya mengerjapkan matanya.
.
"Bu Yayuk cantik gak?" Ini juga pertanyaan berikutnya yang selalu kuajukan. Dan jawabannya pun sudah sangat kuhafal. Pasti 'tidak'. 😀.
.
"Cantik," jawab Jihan. Juga dengan senyum yang tak lepas dari bibirnya.
.
"Ha?" Tiga ibu guru serempak terkaget - kaget dengan jawaban Jihan. Tidak percaya dengan pendengaran masing - masing. Tumben banget! Jihan mengakui ada yang cantik selain dirinya.
.
"Ibu ulangi, ya," aku tidak yakin dengan jawabannya. "Bu Yayuk cantik gak?"
.
"Gak!"
.
Lha tenan tho? Pasti jawaban yang pertama tadi diberikan dalam kondisi tidak sadar. 😂.
.
"Pagi Jiji," sapaku pada Jihan saat menjumpainya sudah hadir di sekolah pagi ini. Aku biasa menyapanya 'Jiji'. Dia datang lebih dulu dari pada ibu gurunya. ☺.
.
Jihan tidak menjawab. Hanya memberikan seulas senyum manis. Tumben, nih. Biasanya diam saja.
.
"Hari ini, mood nya Jihan lagi bagus, Bu Yayuk," ibu guru memberi laporan. "Tadi kata ibunya, sepagian ini, dia manis banget. Gak bikin keributan. Sarapan sendiri," ibu guru meneruskan cerita ibunya Jihan.
.
"Oya? Bagus, tuh," sahutku. "Sini ibu peluk dulu," aku memanggil Jihan yang langsung berlari kecil menghampiriku. Kami pun berpelukan.
.
"Siapa yang cantik?" Pertanyaan yang setiap pagi kuajukan pada bocah imut yang mendapat julukan 'bayinya Bu Yayuk'.
.
"Jihan." Jawabnya tersenyum seraya mengerjapkan matanya.
.
"Bu Yayuk cantik gak?" Ini juga pertanyaan berikutnya yang selalu kuajukan. Dan jawabannya pun sudah sangat kuhafal. Pasti 'tidak'. 😀.
.
"Cantik," jawab Jihan. Juga dengan senyum yang tak lepas dari bibirnya.
.
"Ha?" Tiga ibu guru serempak terkaget - kaget dengan jawaban Jihan. Tidak percaya dengan pendengaran masing - masing. Tumben banget! Jihan mengakui ada yang cantik selain dirinya.
.
"Ibu ulangi, ya," aku tidak yakin dengan jawabannya. "Bu Yayuk cantik gak?"
.
"Gak!"
.
Lha tenan tho? Pasti jawaban yang pertama tadi diberikan dalam kondisi tidak sadar. 😂.
(Posting : fb)
Komentar