Laris Manis

Menunggu waktunya belajar, anak - anak bermain sendiri.Tampak Nathan mengambil beberapa balok warna berbentuk lingkaran. Meletakkan secara berjajar dihadapannya dan mulailah beraksi..

"Donat.. Donat.. Siapa mau beli donat," dia berteriak layaknya seorang penjual donat profesional.

Suaranya yang berisik, mampu menarik perhatian teman lain untuk datang menghampiri dan berpura - pura menjadi pembeli.

Jadi, di sekolah, anak - anak sering sekali bermain peran. Berpura - pura orang dewasa dengan profesi tertentu. Yang paling sering ditiru adalah pedagang. Mungkin kelak nanti ketika dewasa, mereka ingin menjadi pebisnis sholeh / sholehah. 😊. 

"Aku beli donatnya," ujar Nino.

"Aku juga," teman yang lain turut memesan.

"Aku.. Aku...," dan berkumpullah sekitar 5 anak dihadapan Nathan. Dia tampak kewalahan melayani pesanan pembeli. Hingga kemudian..

"Hana bantuin aku. Kamu jual donat yang ini," Nathan meminta bantuan Hana.

Ibu guru tertawa lebar melihat adegan ini. Dagangan yang laris manis, telah membuat Nathan mampu memberi lapangan pekerjaan untuk Hana. 😜.

Komentar

Postingan Populer