Ingin Manja
Pagi hari, ketika anak - anak sudah bermain di sentra masing - masing. Tiba - tiba....
"Aku gak mau sekolah! Aku mau ikut Ayah!"
Sebuah teriakan dari halaman sekolah terdengar. Khalisa datang dengan tangisan dan teriakan. Turun dari kendaraan dan berlari keluar. Beruntung ibu guru sigap. Segera menangkapnya sebelum lari lebih jauh lagi.
Melihat ibu guru kesulitan 'mengendalikan' Khalisa, maka aku pun turun tangan mengambilnya dan segera membawa ke halaman belakang sekolah. Untuk bergabung dengan teman - teman sekelasnya yang sudah bermain sedari tadi.
Tangisan dan teriakannya masih terus terdengar. Dan untuk kali ini, tangisannya harus dihentikan. Maka....
"Khalisa, ibu akan telpon ayah," ujarku seraya memegang telpon genggangku.
Dan akting dimulai. 😊. Di depan Khalisa, aku melakukan 'pembicaraan' dengan ayah. Dalam percakapan itu, aku meyakinkan Khalisa bahwa sang ayah akan menjemputnya. Hanya saja, aku tak menyebutkan waktunya. 😀.
Apa yang terjadi kemudian?
Tangisan Khalisa berhenti seketika. Ketenangan langsung datang menyergap. Anak - anak kembali dengan aktivitas bermainnya. Sambil menemaninya, aku pun melakukan 'investigasi'.
"Khalisa kenapa nangis?"
"Aku mau ikut ayah ke kantor."
"Khalisa tahu, di kantor, tuh ada siapa?"
"Ayah - ayah dan ibu - ibu."
"Nah, itu tahu. Jadi, kalau anak - anak adanya dimana?"
"Di sekolah."
"Jadi?"
"Aku main di sekolah," jawabnya seraya membuat mahkota bersama teman - temannya.
Aku dan ibu guru tersenyum lebar.
Sebenarnya, Khalisa tuh tahu sekali kalau tempatnya adalah di sekolah. Tapi hari ini, dia cuma pengen manja ajah. 😀.
Komentar