Snack
Bila suatu hari nanti mimpi membukukan cerita - cerita ini menjadi kenyataan, maka cerita tentang Khalisa lah yang akan pertama kali dibukukan. 😉.
Bagaimana tidak?
Karena aku sudah menuliskan banyak cerita tentangnya. Entah sudah berapa puluh cerita yang idenya didapat dari melihat tingkah polahnya selama di sekolah.
Seperti yang satu ini...
Pagi hari, sama dengan pagi - pagi sebelumnya. Aku selalu menawarkan pada anak - anak yang ingin ikut denganku mengambil snack di warung dekat sekolah. Kali ini, Khalisa yang menyambut tawaranku. Dan dia pula yang memilihkan snack untuk diberikan ke teman - teman.
Sore harinya, sambil memanggil satu persatu anak - anak untuk mandi, aku memasukkan snack ke dalam tas mereka.
"Bu Yayuk, snack untuk anak - anak cukup gak?" sebuah suara terdengar olehku.
Aku membalikkan badan, melihat pada sumber suara yang bertanya tadi. Tak percaya pada penglihatanku, maka aku bertanya balik. Untuk meyakinkan.
"Khalisa tadi bilang apa?"
"Snack yang untuk anak - anak cukup gak?" jawab Khalisa. Tenang. Mirip gaya bicara ibu guru.
Aku tak mampu menjawab pertanyaannya. Karena sudah terbahak terlebih dahulu. 😂.
Caranya bertanya, seolah - olah Khalisa tidak termasuk anak - anak juga. 😜.
(Posting : fb)
Komentar