Kok?

Pagi yang cerah, menghadirkan Nino ke sekolah dengan membawa wajah mendung.

"Itu lagi marah, Bu," ibunya memberi laporan tanpa diminta.

"Marah? Kenapa, No," tanyaku yang menyambutnya.

Nino tidak menjawab. Tapi mukanya semakin terlihat kusut. Matanya menyimpan marah. Mulutnya lebih maju lagi beberapa sentimeter dari biasanya. 😊.

"Kemarin saya belikan sepatu, Bu. Tapi ternyata kebesaran," cerita sang ibu. "Tadi ngotot minta pakai sepatu itu. Makanya sekarang jadi marah," lanjut beliau.

Dan wajah Nino yang mendengar cerita ibunya, semakin terlihat kusut saja. Bahkan dia tak hendak beranjak ke jendela untuk melepas kepergian sang ibu dengan lambaian tangan.

"Nino dibelikan sepatu baru, ya?" tanyaku beberapa saat kemudian. Pertanyaan yang diajukan setelah melihat Nino sudah kembali ceria.

"Iya," jawabnya senang.

"Sepatunya warna apa?"

"Warna hijau. Ada kambingnya," lanjutnya bercerita.

"Kambing?" aku bertanya heran. "Kambingnya dimana?"

"Di sana. Di Alun - Alun," Nino menjawab seraya menunjuk satu arah mata angin.

Ha? Ini cerita tentang sepatu, kok jadi nyambung ke Alun - Alun, sih? 
Dan tanya jawab pun diakhiri. Ketimbang ibu guru mendadak pingsan. 😝.

Komentar

Postingan Populer