Kenangan
Ada pertanyaan...
'Mengapa aku menuliskan cerita tentang bapak dan ibu, hampir sama seringnya dengan menuliskan cerita tentang anak - anak?'
Jawaban singkatnya...
'Mengapa aku menuliskan cerita tentang bapak dan ibu, hampir sama seringnya dengan menuliskan cerita tentang anak - anak?'
Jawaban singkatnya...
Karena sama seperti saat bersama anak - anak, maka bersama bapak ibu pun ada banyak keseruan yang kualami.
Dan ini jawaban panjangnya...
Karena aku tidak pernah tahu, berapa waktu yang diberikanNya untuk kami bisa bersama. Mungkin saja aku yang lebih dahulu 'pergi'. Atau sebaliknya. Maka, selama masih diberi kesempatan, aku ingin setiap kejadian yang kualami bersama keduanya, menjadi cerita yang dapat dikenang.
Bila aku yang terlebih dahulu pergi, maka setiap cerita yang kubuat, akan menjadi kenangan bagi keluargaku. Bila ternyata sebaliknya, maka aku akan mengenang keduanya dalam kebahagiaan. Melalui cerita - cerita seru yang kutulis.
Mengapa harus menuliskan cerita?
Karena aku tidak yakin dengan kemampuan daya ingatku. 😊. Bila tidak kutuliskan, maka akan banyak yang terlupakan. Akan banyak keseruan dengan keduanya yang akan terlewatkan begitu saja. Seiring dengan waktu yang terus berjalan.
Selain itu, aku terinspirasi pada sebuah cerita yang dulu pernah kubaca saat remaja. Sebuah cerita yang mengisahkan tentang seorang gadis yang mengalami kecelakaan dan kehilangan ingatan tentang masa lalunya.
Tak terbayang kesedihannya. Karena tak ingat apa, siapa dirinya. Hingga suatu saat dia menemukan tumpukan surat dari kekasihnya. Membaca isi surat - surat itu, membuatnya kembali mengingat setiap kenangan yang sempat hilang. Surat - surat yang dikirimkan kekasihnya itu, mampu menghubungkan kembali dengan masa lalunya.
Tanpa berharap hal yang sama terjadi, aku berharap ketika membaca lagi setiap cerita yang kutulis tentang keduanya, ingatan akan kenangan itu akan kembali muncul. Dan aku mampu bersyukur atas karunia kebaikanNya. Yang memberikan orang tua hebat untukku.
Jadi? Sudahkah menuliskan kenangan dengan orang - orang yang anda cintai dan sayangi?
(posting : fb)
Dan ini jawaban panjangnya...
Karena aku tidak pernah tahu, berapa waktu yang diberikanNya untuk kami bisa bersama. Mungkin saja aku yang lebih dahulu 'pergi'. Atau sebaliknya. Maka, selama masih diberi kesempatan, aku ingin setiap kejadian yang kualami bersama keduanya, menjadi cerita yang dapat dikenang.
Bila aku yang terlebih dahulu pergi, maka setiap cerita yang kubuat, akan menjadi kenangan bagi keluargaku. Bila ternyata sebaliknya, maka aku akan mengenang keduanya dalam kebahagiaan. Melalui cerita - cerita seru yang kutulis.
Mengapa harus menuliskan cerita?
Karena aku tidak yakin dengan kemampuan daya ingatku. 😊. Bila tidak kutuliskan, maka akan banyak yang terlupakan. Akan banyak keseruan dengan keduanya yang akan terlewatkan begitu saja. Seiring dengan waktu yang terus berjalan.
Selain itu, aku terinspirasi pada sebuah cerita yang dulu pernah kubaca saat remaja. Sebuah cerita yang mengisahkan tentang seorang gadis yang mengalami kecelakaan dan kehilangan ingatan tentang masa lalunya.
Tak terbayang kesedihannya. Karena tak ingat apa, siapa dirinya. Hingga suatu saat dia menemukan tumpukan surat dari kekasihnya. Membaca isi surat - surat itu, membuatnya kembali mengingat setiap kenangan yang sempat hilang. Surat - surat yang dikirimkan kekasihnya itu, mampu menghubungkan kembali dengan masa lalunya.
Tanpa berharap hal yang sama terjadi, aku berharap ketika membaca lagi setiap cerita yang kutulis tentang keduanya, ingatan akan kenangan itu akan kembali muncul. Dan aku mampu bersyukur atas karunia kebaikanNya. Yang memberikan orang tua hebat untukku.
Jadi? Sudahkah menuliskan kenangan dengan orang - orang yang anda cintai dan sayangi?
(posting : fb)
Komentar