Wafer

Saatnya makan snack di sore hari...

"Ayo, Nak. Kita makan snack dulu," ajakku pada anak - anak yang sudah terbangun dari tidur siangnya.

Seperti biasanya, sebelum mandi sore, anak - anak akan makan snack terlebih dahulu. Dan siang ini, yang ada di hadapan mereka adalah wafer coklat dan keju.

Aku membuka satu persatu bungkus wafer dan meletakkan di hadapan Nathan, Kiki dan Hana. Tapi ketiganya belum bereaksi. Masih diam termangu. Mungkin saja tidak berselera. Atau karena 'nyawanya belum kembali' lantaran baru bangun tidur. 😀

Maka, harus ada sesuatu yang 'mengejutkan' untuk memberi 'efek sadar' pada anak - anak. 😉. Aku pun mengambil satu potong wafer. Tapi tidak sekedar mengambil. Ada 'akting' yang menyertainya. Dengan sedikit 'drama' sebagai pelengkap.

Jadilah seperti ini...

"Wow, kayaknya enak, nih. Ibu nyobain, ah wafernya," aku berkata seraya menggigit ujung wafer.

Selanjutnya, sebuah ekpresi wajah terkejut. Dengan mulut sedikit terbuka. Mata yang agak melebar yang sedetik kemudian berubah dengan sedikit menyipit dan senyum yang terkembang disertai ucapan, "Hmmm.. enak banget. Ibu suka wafernya. Kalian harus coba." 😆.

Nathan dan Kiki terpengaruh dengan 'provokasi' yang kulakukan. Mereka mengambil wafer, menggigitnya dan mengikuti ekspresi yang kubuat tadi. Sementara Hana hanya memegangi wafer sambil tetap terus memandangiku.

Tatapan matanya seakan berkata, "Biasa aja kali, Bu. Ini khan cuma wafer." 😂😜.

(posting : fb)

Komentar

Postingan Populer