Lem Goreng

Pagi hari, sepulang dari olga..

"Bikin apa, bu?" Tanyaku ketika melihat ibu sibuk di dapur.

"Ibu salah bikin adonan bakwan," ujar ibu. "Kirain tepung terigu, ternyata tepung kanji."

Jadilah kemudian adonannya yang cair itu, dimasak oleh ibu. Dan sudah dapat diduga, hasilnya mirip lem. 😀.

"Ini adek terusin, ya. Terserah jadinya apa," ibu mengangsurkan adonan itu padaku.

Aku menerima 'adonan lem' ini dengan nyengir kuda. Memasukkan irisan loncang seledri, memberi sedikit kanji di tangan. Dan mulai mengolahnya.

Aku tidak berani menambahkan tepung terigu ataupun tepung kanji lagi. Khawatir adonannya mrnjadi lebih banyak. Sementara aku tidak yakin bagaimana nanti jadinya. 😊.

Susah payah aku melepaskan adonan dari tangan saat menggoreng. Dan dalam 'kesusahan' ini aku menemukan sebuah 'tekhnik' baru saat melepas adonan. Yaitu dengan 'tekhnik plintir'. 😀.

Adonan yang ada di kedua tangan, aku plintir layaknya memeras pakaian basah. Hingga akhirnya lepas di atas penggorengan.

Setelah beberapa waktu, selesai juga semua adonan ini. Bagaimana rasanya? Untuk makanan yang terbuat dari adonan gagal, makanan yang kunamai 'lem goreng' ini, layak untuk menemani minum teh atau kopi.

Penasaran dengan resepnya, japri ya... 😂.

Dan pesan moral pagi ini : jangan jadikan kegagalan sebagai akhir dari segalanya. Tapi jadikan kegagalan sebagai awal kesuksesan... eeaaa.... 😜.

(Posting : ig)

Komentar

Postingan Populer