Tahun Depan





Menurut jadwal, hari ini ibu seharusnya bertemu dengan dokter. Pertemuan rutin setiap bulan. Alias kontrol dokter. .

Namun saat sampai di rumah sakit...

"Maaf, bu. Pasiennya untuk hari ini sudah penuh. Saya daftarkan buat besok, ya," seorang petugas dibagian pendaftaran memberi tahu.

"Kok tumben?" Tanyaku heran.

"Iya. Dokter baru saja cuti selama satu minggu. Jadi, pasiennya menumpuk," lanjut si mbak menjelaskan.

Oklah. Gagal, deh bertemu dokter hari ini.

Dokternya ibu adalah seorang internis. Dokter penyakit dalam. Masih muda (karena usianya lebih muda dariku. ) dan ganteng (karena semua pria pasti ganteng. ). 😜

Si mas dokter ini, ramah dan selalu senang ngobrol sembari memeriksa kondisi ibu. Dari mulai bertanya tentang keluarga. Sampai kesukaan ibu memasak.

Dia juga suka bercanda. Tapi, antara perkataan, bahasa tubuh dan mimik wajah, tidak kompak. . Sehingga membuat bingung dan bertanya - tanya. Ini serius atau bercanda, ya? 😊.

Seperti ini misalnya...

"Bulan depan, ibu kontrol ke sini lagi, dok?" Tanyaku bulan kemarin.

"Gak," jawab beliau singkat.

"Jadi ibu kontrol di klinik saja?" Lanjutku bertanya.

"Kita ketemu lagi di sini. Tahun depan," ujar beliau tanpa meghiraukan pertanyaanku.

Sedetik bingung menyapa. Hingga kemudian tersadar. Aku tersenyum kecil dan mengangguk. Tapi setelah keluar dari ruang praktek, aku tertawa geli.

Aneh banget, sih dok becandanya. Bikin orang mikir dulu. Lucunya khan jadi gak seru. 😂.

(Posting : fb)

Komentar

Postingan Populer