Percaya
Bermain bersama anak - anak, harus selalu bahagia dan ceria. Harus?
Yups. Itu yang terjadi di sekolah. Mengapa?
Kalau ibu gurunya jutek, suntuk, terlihat sedih, bagaimana anak - anaknya bisa bermain dengan gembira. Suasananya pasti tidak mengenakkan.
Itu sebabnya, untuk membuat suasana menjadi lebih 'hidup' saat bersama anak - anak, ibu guru selalu meyelipkan candaan, saling goda, bahkan seperti anak - anak ada juga usilnya. 😁.
Seperti ini....
"Mas, pasti bisa," kataku pada Fathir.
Pagi itu, aku tengah menyemangatinya untuk bisa memakai kembali celana seusai toilet training.
Lima menit kemudian ketika aku kembali, tidak ada perubahan. Fathir masih memegangi celananya. Tanpa terlihat usahanya untuk memakai kembali.
"Tolong," pintanya ketika melihatku melintas.
Dia mengharap bantuanku untuk dipakaikan celana.
Aku pun menghampirinya. Memegang tangannya dan berkata, "Mas, percaya deh sama ibu. Mas pasti bisa pakai celana sendiri."
Baru saja aku selesai berkata, salah satu ibu guru yang berada di belakangku bergumam pelan, "Percaya tuh sama Allah. Bukan sama bu Yayuk."
Kontan saja aku tertawa terbahak mendengar komentar ini. 😂. Bikin jadi gak khusyuk lagi menyemangati Fathir.
Yups. Itu yang terjadi di sekolah. Mengapa?
Kalau ibu gurunya jutek, suntuk, terlihat sedih, bagaimana anak - anaknya bisa bermain dengan gembira. Suasananya pasti tidak mengenakkan.
Itu sebabnya, untuk membuat suasana menjadi lebih 'hidup' saat bersama anak - anak, ibu guru selalu meyelipkan candaan, saling goda, bahkan seperti anak - anak ada juga usilnya. 😁.
Seperti ini....
"Mas, pasti bisa," kataku pada Fathir.
Pagi itu, aku tengah menyemangatinya untuk bisa memakai kembali celana seusai toilet training.
Lima menit kemudian ketika aku kembali, tidak ada perubahan. Fathir masih memegangi celananya. Tanpa terlihat usahanya untuk memakai kembali.
"Tolong," pintanya ketika melihatku melintas.
Dia mengharap bantuanku untuk dipakaikan celana.
Aku pun menghampirinya. Memegang tangannya dan berkata, "Mas, percaya deh sama ibu. Mas pasti bisa pakai celana sendiri."
Baru saja aku selesai berkata, salah satu ibu guru yang berada di belakangku bergumam pelan, "Percaya tuh sama Allah. Bukan sama bu Yayuk."
Kontan saja aku tertawa terbahak mendengar komentar ini. 😂. Bikin jadi gak khusyuk lagi menyemangati Fathir.
(Posting : fb)
Komentar