Pempek Panggang

Gagal bertemu dokternya ibu hari ini, membuat aku berpikir untuk mencari rencana lain untuk mengisi liburan. Dan akhirnya terpilih kegiatan yang menyenangkan yaitu praktek membuat pempek panggang.

Makanan, yang menurut kami, masuk kategori 'mengelem' perut. Karena berbahan dasar kanji. Bahan yang sama, ketika dulu saat kecil sering digunakan untuk membuat lem bila ada tugas dari sekolah. .

Sengaja, beberapa hari lalu aku meminta resep pempek panggang ini pada seorang teman. Resepnya sangat sederhana. Terdiri dari bahan - bahan yang mudah didapat. Cara membuatnya pun mudah.

Dan aku menyepelekan. Hingga hasilnya mengecewakan. .

Diawali dari memasukkan semua air dalam resep. Padahal seharusnya sedikit demi sedikit. Aku terlalu yakin bila dengan ukuran air yang 'hanya' segitu, tidak mungkin membuat adonan menjadi lembek. Aku lupa! Masih ada telur yang harus dimasukkan. .

Tapi.... tidak boleh patah arang. Solusinya adalah menambahkan kanji sedikit agar adonan kembali dapat dibentuk dan dipanggang.

Dan..... kembali aku membuat 'masalah'. Karena ini pengalaman pertama, adonan yang kupanggang terlalu tipis. Hingga menjadi keras ketika matang dan membuat bapak - ibu kesulitan saat turut mencobanya.

Ditambah lagi, aku terlalu banyak memberi cabe rawit giling. Yang membuat bapak kepedasan. .

Walau menurut ibu 'enak kok', tapi beliau butuh 'perjuangan' untuk menghabiskan sebuah pempek panggang ini.

Akhirnya, aku pun 'lelah' untuk meneruskan memanggang pempek ini. Kusimpan dulu di lemari es. Seraya menenangkan hati dan pikiran dari kegalauan karena kegagalan.

Satu hal yang saat ini terpikir...

Jangan sedih ketika gagal membuat pempek panggang. Karena masih tetap bisa dinikmati menjadi cireng. 😂.

(Posting : fb)

Komentar

Postingan Populer