Kakatua

Seiring bertambah usia, bertambah pula tinggi badan Zee. 

Dulu, kami bisa meletakkan barang apapun diatas meja dengan aman. Tapi tidak untuk sekarang. Zee sudah mampu meraih dan mengambil barang yang diinginkan. Bila tangannya tak sampai, maka akan ditariknya kursi sebagai pijakan agar dapat meraih apa yang diinginkan.

Dulu juga, kami leluasa menutup pintu - pintu kamar dan membiarkannya bebas main diruang tamu, ruang keluarga, hingga dapur. Karena merasa aman, Zee terawasi dengan baik. Tapi sekarang tak bisa lagi seleluasa itu. 

Mengapa?
Sebab, hanya sedikit berjinjit saja, Zee sudah dapat meraih gagang pintu dan membukanya. Kemudian 'mengaduk - aduk' isi kamar dengan asyik. ☺️.

Karena itu pula, semua kunci kamar tidak kami biarkan tergantung, khawatir Zee akan memainkan dan terkunci disana.

Dan inilah ceritanya....

"Zee main sama Ama dulu, ya. Neti mau sholat," ujar mbak pada Zee disore menjelang Maghrib. Lalu beranjak masuk kamar.

Tak lama berselang, Zee mengetuk - ngetuk pintu kamar. Dia ingin ikutan sholat bersama neneknya.

"Nenek," panggilnya santun. Tak ada jawaban. Pintu kamar terkunci dari dalam.

"Neti, Zee mau sholat," ujarnya lagi sambil masih tetap mengetuk pintu. Tetap tak ada jawaban. Tampaknya sang Neti sedang sholat.

Hingga yang ketiga ...

"Nenek sudah tua....." Tiba - tiba Zee menyanyikan lagu Burung Kakatua didepan pintu kamar Nenek. 😂.

Ya...Ndak usah dinyanyikan juga Zee... Semua juga tahu kalau nenek sudah tua....


Komentar

Postingan Populer