Buah Tangan

 Jauh... Sama...


Berkunjung ke sebuah tempat, tak lengkap rasanya bila pulang tanpa membawa oleh - oleh. Maka untuk memudahkan kami, saat Kumpul IKM lalu, salah satu adik sepupu mengkoordinir pembelian oleh - oleh. 


Dia memposting apa saja yang bisa dipesan. Kami tinggal memilih yang diinginkan. Transfer uang dan ketika tiba di Lampung, oleh - olehnya pun sudah siap.


Beragam makanan yang ditawarkan. Dari kemplang panggang hingga kripik pisang. Tak ketinggalan kopi Lampung, pie pisang dan klanting.


Bagi kami, klanting bukan sekedar camilan. Tapi ada memori yang menyertai. Karena dulu, saat berkunjung ke rumah mbah, klanting menjadi makanan yang harus selalu ada. Rasa gurih dan renyah disetiap gigitannya, menjadi kekhasan klanting dimasa itu.


Seiring waktu berjalan, ternyata sekarang dibuat varian rasa. Selain yang rasa original, juga ada klanting rasa udang dan klanting kembang.


Dan inilah ceritanya....


"Ini apa, ya?" Tanya mbak sepupu ketika menerima tas berisi klanting pesanannya.


"Ini klanting udang," jawab adik sepupu yang juga memesan yang sama.


"Lho? Kok sama dengan ini?" Mbak sepupu menunjukkan bungkus kletikan slondok urang yang disiapkan seksi konsumsi dari Jogja.


Muka - muka terkejut dan menahan tawa tampak terlihat. Ternyata klanting udang dan slondok urang adalah jenis makanan yang sama namun dengan nama yang berbeda.


Di Jogja dinamai slondok urang. Ketika sampai di Lampung menjadi klanting udang. Perbedaan yang mencolok lainnya adalah klanting udang sudah melewati perjalanan darat dan laut untuk sampai di Jogja. Jadi, dapat dipastikan harganya pun berbeda. 🤣.


Posting  : fb

Komentar

Postingan Populer