Lupa

 

Dulu, ketika bernyanyi bersama anak - anak di sekolah, aku biasa menggunakan gerakan disetiap lagu. Mengikuti liriknya.
 
Kini hal yang sama kulakukan saat memperkenalkan lagu pada Zee. Lagu yang satu dengan lagu lainnya, memiliki gerakan yang berbeda.
 
Saat Zee meminta dinyanyikan sebuah lagu, maka dia akan membuat gerakan seperti yang kuajarkan. Karena Zee belum bisa mengungkapkannya lewat kata - kata. 
 
Menjadi masalah ketika lagu yang kunyanyikan tidak sesuai dengan apa yang dimaksudnya. Zee akan berteriak protes. Tak jarang aku harus menyanyikan beberapa lagu terlebih dahulu. Sebelum akhirnya sesuai dengan yang dimaui Zee.
 
Tapi tak hanya itu, yang seperti ini pun bisa jadi masalah....
 
Kemarin, saat usai sholat maghrib bersama ibu di mushola, tiba - tiba Zee sudah berada didepanku. Tampaknya dia lepas dari pengawasan sang Ama.
 
Zee berdiri diatas sajadah dan langsung mengambil 'sikap sempurna', siap untuk sholat. Tapi kemudian menghentikannya dan menunjuk ke arah luar. Tatapan matanya seakan bertanya, "Itu suara apa?"
 
"Itu namanya hujan," aku menjelaskan. "Hujan ciptaan Allah," lanjutku.
 
Lalu Zee menggerak - gerakkan jari jempol dan telunjuk tangan kanan kiri. Aku tahu maksudnya. Dia meminta diperdengarkan lagu Laba - Laba Kecil. Salah satu lirik lagu ini berisikan tentang hujan.
 
"Tiya masih do'a. Minta Ama yang nyanyikan, ya," ujarku seraya memanggil sang Ama.
 
"Kenapa, bul?" Tanya keponakan cantik yang sulung. Amanya Zee.
 
"Zee minta lagu Laba - Laba Kecil," jelasku. "Pakai gerakan, ya," aku mengingatkan.
 
"Waduh! Liriknya lupa. Apalagi gerakannya," gerutu sang ama sambil membawa Zee ke ruang makan.
 
Tak lama kemudian aku mendengar sang Ama bernyanyi diikuti dengan teriakan protes Zee. Dapat dipastikan, ada yang salah dengan lagu dan gerakan yang dibuat keponakan cantik. 🤣.
 
Post : Fb

Komentar

Postingan Populer