Batu
Kali ini, tidak seperti biasanya, aku mengajak Zee bermain di halaman belakang. Tidak sekedar diteras tapi ke kebun. Melihat ikan, tanaman keras, juga hewan yang lebih banyak. Seperti burung, kupu - kupu, semut yang ada diantara batu, juga laron.
Awalnya aku sengaja membawa kursi miliknya. Mendudukkan Zee disana seraya sarapan pagi dipinggir kolam. Tapi tampaknya Zee lebih memilih untuk berjalan - jalan disisi kanan halaman. Dibawah jemuran pakaian yang diberi banyak bebatuan.
Sambil berjongkok, batita ini menunjukkan sebuah batu padaku.
"Itu namanya batu," aku memberitahu. "Teksturnya keras. Kalau kena kepala, bisa sakit," lanjutku.

Zee memberikan satu batu padaku.
"Batu ini warnanya putih. Kalau yang ini hitam," aku menunjukkan batu yang kumaksud. "Batu yang putih lebih kecil daripada batu yang hitam," penjelasan lebih rinci kuberikan.
Bisa dibayangkan, ya.. aku sedang menjelaskan konsep warna, tekstur dan ukuran pada bayi usia 16 bulan. Semoga Zee tidak pusing dan baik - baik saja.
.
Tepat diakhir penjelasanku, Zee memasukkan batu ke mulutnya. Maka berakhirlah pelajaran hari ini.
Zee mah suka gitu... apa - apa dimasukkan ke mulut...
.
Posting : Ig
Komentar