Tirai

Sudah menjadi kebiasaanku saat masih bermain dengan anak - anak di sekolah. Saat mereka bertanya tentang sesuatu, maka penjelasan yang kuberikan adalah panjang kali lebar. Kuabaikan tentang mereka belum paham pada penjelasanku. Tapi kuyakini bila informasi yang kuberikan, suatu hari nanti pasti akan mereka ingat. Karena sudah 'nyangkut' dulu dialam bawah sadarnya dan melalui proses 'pemanggilan kembali', informasi itu dapat muncul lagi.
.
Seperti ini...
"Apa?" Zee menunjukkan tirai diruang tamu.
"Ini tirai," jawabku. "Warnanya hijau."
"Apa?" Kali ini dia memegang vitrase.
"Kalau ini namanya vitrase. Warnanya putih."
"Apa?"
"Oo.. bedanya?" Aku mulai nebak sendiri arah kata 'apa'. "Kalau tirai dipasang untuk menghalangi cahaya masuk dari luar. Orang juga tidak bisa melihat kedalam. Kalau vitrase biasanya menggunakan kain yang lebih tipis. Untuk mengurangi cahaya yang masuk..... bla... bla... bla...," penjelasannya panjang banget.
"Apa?"
"Sudah bingung, ya Zee?" Aku tergelak sendiri.
Terbayang betapa Zee bertambah pusing, andai saja penjelasannya kutambahkan 10 gelombang kanan, 10 gelombang kiri. 
.
(Photo diambil dari mbah gugel)
Posting : Ig
Komentar