Posyandu (Juga)

Ini masih tentang posyandu....

Ketika covid berlangsung, Posyandu tetap diadakan. Hanya saja, bukan anak - anak yang mengunjungi tempat pelaksanaan Posyandu. Tapi kader posyandu lah yang datang ke rumah - rumah yang memiliki balita.
 
Setiap bulan, selama 1 tahun lebih, Zee dipantau tumbuh kembangnya dari rumah saja. Untuk menimbang berat badannya, digunakan timbangan berdiri yang biasa kami gunakan dirumah.
 
Terlebih dulu sang Ama menimbang badan sambil menggendong Zee. Kemudian baru dikurangi dengan berat badan keponakan cantik yang sulung.
 
Hasilnya? Tentu saja tidak begitu akurat. Karena dipakai perkiraan yang mendekati angka hasil ditimbangan.
 
Sedangkan untuk mengukur tinggi badan, Zee akan ditidurkan lalu dengan menggunakan meteran baju, kami mengukur dari ujung kepala hingga ke ujung kaki.
 
Hasilnya? Dianggap akurat saja. Karena saat ditidurkan, Zee lebih banyak meronta - rontanya. 😁.
Dan ternyata, soal pengukuran badan ini 'bermasalah'.
 
Suatu kali ketika pulang dari posyandu, kami mendapati data pada buku KIA milik Zee menunjukkan, bila tinggi badannya menyusut dari bulan sebelumnya.
 
Aneh dong... masa, sih bayi tingginya bisa berkurang. Usut punya usut, ternyata cara kami mengukur tinggi badan Zee, tidak tepat. 
 
Seharusnya diukur dari ujung kepala hingga tumit. Sementara yang kami lakukan adalah mengukur dari ujung kepala hingga ujung jari kaki. 🤭😁.
 
Pantaslah tingginya menyusut....
 
Posting : Fb

Komentar

Postingan Populer