Tetangga

Aku dan mbak... ketika di rumah, kami adalah 'tetangga'. Tetangga kamar. 😊. Bukan tetangga dekat, sih. Karena kamar mbak berada didepan. Sedangkan aku dibelakang.

Kami jarang 'saling mengunjungi'. Aku akan ke kamarnya bila ada yang penting saja. Itu pun hanya sebentar.

Begitu pun mbak. Dia hanya sesekali saja masuk ke kamarku. Seperti saat akan menjahit. Karena dia lebih memilih menggunakan mesin jahit milikku dari pada milik bapak, yang manual. 😊.

Dan inilah ceritanya...

Siang itu, karena ada yang harus kubicarakan dengan mbak, sehubungan dengan hari penting keponakan cantik yang sulung, maka aku pun mendatangi kamarnya.

Tengah kami berbincang serius, tiba - tiba keponakan cantik masuk ke dalam kamar dan menatapku heran.

"Bulek kok disini?" Tanyanya. Saat itu aku tengah rebahan dikasur. Sesuatu yang hampir tak pernah disaksikannya.

"Gak boleh?" Aku balik bertanya. "Khan gak ada larangan kalau bulek mau main ke kamar mbaknya bulek," lanjutku pura - pura tak senang.

"Bulek ngapain disini?" Kembali dia bertanya. Penasaran.

Aku tak menjawab. Tapi justru terbahak. Tampaknya dia benar - benar merasa aneh dengan kehadiranku dikamar ibunya. Sesuatu yang tak biasa dan menimbulkan tanda tanya. 😀.


Posting : Kn

 

Komentar

Postingan Populer