Tetangga
Aku dan mbak... ketika di rumah, kami adalah 'tetangga'. Tetangga kamar. . Bukan tetangga dekat, sih. Karena kamar mbak berada didepan. Sedangkan aku dibelakang.
Kami jarang 'saling mengunjungi'. Aku akan ke kamarnya bila ada yang penting saja. Itu pun hanya sebentar.
Begitu
pun mbak. Dia hanya sesekali saja masuk ke kamarku. Seperti saat akan
menjahit. Karena dia lebih memilih menggunakan mesin jahit milikku dari
pada milik bapak, yang manual. .
Dan inilah ceritanya...
Siang
itu, karena ada yang harus kubicarakan dengan mbak, sehubungan dengan
hari penting keponakan cantik yang sulung, maka aku pun mendatangi
kamarnya.
Tengah kami berbincang serius, tiba - tiba keponakan cantik masuk ke dalam kamar dan menatapku heran.
"Bulek kok disini?" Tanyanya. Saat itu aku tengah rebahan dikasur. Sesuatu yang hampir tak pernah disaksikannya.
"Gak
boleh?" Aku balik bertanya. "Khan gak ada larangan kalau bulek mau main
ke kamar mbaknya bulek," lanjutku pura - pura tak senang.
"Bulek ngapain disini?" Kembali dia bertanya. Penasaran.
Aku
tak menjawab. Tapi justru terbahak. Tampaknya dia benar - benar merasa
aneh dengan kehadiranku dikamar ibunya. Sesuatu yang tak biasa dan
menimbulkan tanda tanya. .
Posting : Kn
Komentar