Baju Kenangan
Ini cerita tentang sebuah kenangan..."Dek, baju ini sudah lama gak dipakai," mbak berkata padaku disuatu hari seraya menunjukkan sebuah baju batik tanpa lengan. "Bisa gak disambung dengan bahan ini?" Dia memberikan sebuah rok dan kerudung.
Itu artinya, aku diminta untuk 'merevisi' baju. Sebuah istilah yang kami gunakan saat mengubah tampilan baju lama menjadi berbeda.
Aku memandangi bahan yang diberikannya dan sebuah kenangan tetiba hadir begitu saja.
Baju batik tanpa lengan ini adalah salah satu baju yang dipakai mbak di resepsi pernikahannya. Digunakan bersama blazer panjang. Seragam dengan mas iparku.
Awalnya tak terpikir untuk membuat baju ini. Namun karena sesuatu dan lain hal, diputuskan untuk menjahit baju ini dalam tempo yang sesingkat - singkatnya. Begitu mendadak.
Karena saat itu mbak masih diluar kota, maka aku mendapat tugas untuk mengurusi pembuatan baju ini.
Masih kuingat, bagaimana aku 'memohon dengan sangat' pada sang penjahit, untuk menjahitkan sepasang baju ini dalam waktu kurang dari satu pekan. Disaat beliau pun memiliki banyak pesanan lainnya.
Ketika sang penjahit berhasil memenuhi permintaanku, masalah baru muncul. Blazernya terlalu kecil sehingga harus dirombak. Dan itu terjadi di satu hari sebelum acara.
Maka sekali lagi aku 'memohon' pada sang penjahit untuk lembur. Menyelesaikan baju ini dan menyerahkannya keesokan hari, sebelum acara berlangsung.
Dan aku tahu sekali, bagaimana tidak enaknya bekerja dalam 'tekanan' seperti ini.
Tapi akhirnya dapat juga bernapas lega. Ketika beliau mengantarkan baju tepat waktu dan bisa pas dipakai mbak.
Kini, 23 tahun kemudian, aku menjahit lagi baju ini. Untuk sebuah penampilan yang baru. Dan seperti menghidupkan kembali kenangan di hari pernikahannya.
(Tulisan ini dibuat untuk mengenang 6 tahun kepergian mas Sjahid. Seorang suami dan bapak terbaik untuk mbak dan keponakanku. Semoga Allah tempatkan ditempat yang paling layak disisiNya. Al-Fatihah).
Posting : Ig
Komentar