Pusing
Setelah melalui proses penjemuran yang butuh kehati - hatian, lantaran
bila kekeringan akan retak - retak dan bila kurang kering akan keras,
maka hari ini kerupuk ikan akhirnya bisa digoreng. Tahukah?
Ternyata untuk menggoreng kerupuk Palembang ini, ada cara khusus. Yaitu dengan menggunakan 2 wajan. Satu wajan menggunakan api sedang. Sedangkan wajan lainnya menggunakan api yang panas.
Pertama - tama kerupuk dimasak di wajan dengan api sedang. Bila sudah terlihat mulai mengembang, segera diangkat. Dipindahkan ke wajan dengan api panas hingga mengembang sempurna.
"Kenapa harus pakai 2 wajan, Bu?" Tanyaku saat kami mulai menggoreng kerupuk siang ini.
"Kalau cuma satu wajan, kerupuknya gak mekar. Jadinya keras," jawab ibu. "Apinya juga harus dikontrol terus. Kalau kepanasan, kerupuknya jadi gak bagus. Kalau minyaknya kurang panas, kerupuknya juga gak mengembang," lanjut ibu menjelaskan.
Seketika kepalaku langsung pusing.
"Ribet, ya Bu," ujarku sambil nyengir kuda.
"Memang begitu. Gak mudah menggoreng kerupuk Palembang," sahut ibu. "Tante Meriah ajah, yang orang Palembang gak bisa menggoreng kerupuk Palembang," ibu menyebutkan salah satu Tante kenalan kami.
Si Tante bila mendapat kiriman kerupuk Palembang yang belum digoreng, akan meminta pada ibu untuk menggorengkan. Karena beliau selalu gagal walaupun sudah menggunakan 2 wajan seperti yang diajarkan ibu.
Dan seketika pusingku bertambah. Secara, aku bukan orang Palembang.
Posting : Kn
Komentar