Passion

Walaupun dilahirkan dari rahim yang sama, 'passion' aku dan mbak bertolak belakang dalam urusan rumah tangga. Mbak lebih suka beberes. Sementara aku senang didapur. Mencoba beragam resep dan masakan.

Pun disaat masa pandemi ini. Aku memiliki banyak waktu untuk berada didapur. Mencoba beragam menu baru. Asyik menyiapkan ini itu dari dapur.

Tak heran bila untuk urusan masak memasak, ibu lebih banyak mendiskusikannya denganku. Tak terkecuali untuk mencoba sesuatu yang baru, biasanya ibu akan mengajakku. Atau tak jarang beliau akan membebaskanku untuk 'mengeksekusi' sebuah bahan / masakan.

Seperti ini...

"Singkongnya keras, dek. Gak enak kalau digoreng," ibu memberitahuku.

Pagi itu aku membeli singkong dan ibu berencana memasaknya dengan gula merah.

"Trus gimana?" Tanyaku bingung. "Dibuat manggleng ajah, ya?" Usulku berikutnya.

Ibu menyetujui dan mulailah aku mengiris tipis singkong yang sudah direbus.

"Tapi biasanya mangglengnya jadi keras lho. Karena singkongnya keras," ujar ibu yang duduk menemani.

"Gak papa. Ntar adek yang makan," jawabku seraya tertawa.
Aku suka beragam jenis kerupuk yang masih agak keras ketika sudah digoreng. Yang sebenarnya itu bisa merusak gigi. 😂.

Tiba - tiba terbersit sebuah tanya...

"Ternyata, dirumah ajah enak ya Bu. Bisa ke dapur kapan saja. Bikin masakan," ujarku. "Bagaimana kalau adek berhenti sekolah ajah? Biar bisa punya banyak waktu nyobain resep," tanyaku selanjutnya.

Ibu hanya tersenyum. Tidak menjawab. Tapi aku tahu sekali, beliau menyerahkan segala keputusan padaku. Dan... sepertinya aku sudah punya jawaban sendiri. 😉.

Posting : Kn

Komentar

Postingan Populer