Pamer

#dirumahsaja
.
Entah untuk berapa lama, yang pasti anak - anak sudah mulai bosan. Hanya dirumah dan melakukan aktivitas bermain yang mungkin saja, sama dari hari ke hari. Selain itu, rasa rindu pada suasana sekolah dan teman - teman sudah mulai pula melanda, hingga beberapa hari belakangan ini aku mendapat 'laporan' dari orang tua. Intinya sama. Anak - anak ingin kembali ke sekolah.
.
Puncaknya pagi ini, ketika aku mendapatkan kiriman video dari bundanya Jihan.
.
Tampak di video tersebut Jihan menangis dan menjerit - jerit. Dia membawa tas sekolahnya kesana kemari. Disela itu dia juga berteriak histeris, "Ayo sekolah! Jihan mau sekolah!"
.
Maka segera saja aku melakukan panggilan video untuknya. Saat melihatku dilayar ponsel, senyum manisnya langsung terkembang.
.
"Jihan kangen sekolah?" Aku bertanya setelah mengucapkan salam.
.
Dia tidak menjawab. Memandangiku. Kemudian menganggukkan kepala.
.
"Maaf, ya Nak. Kita masih belum bisa main di sekolah," aku mencoba menghibur. "Lihat! Ibu juga di rumah. Tidak ke sekolah," aku mengarahkan kamera ke area kamar.
.
Sepertinya dia percaya. Karena memberikan komentar pada gantungan kertas yang ada didinding kamarku.
.
Untuk mengobati rasa rindu dengan teman lainnya, aku pun menyambungkannya dengan Hibrizi dan Canayya.
Apa yang terjadi kemudian?
Ketiga anak ini justru sibuk memamerkan mainan yang mereka miliki.
.
Hibrizi dengan helikopter dan bisnya. Canayya mengeluarkan semua koleksi boneka. Dari kuda poni hingga boneka bayi. Dan Jihan pun tak mau kalah. Sebuah bantal berbentuk ulat panjang berwarna hijau, ditunjukkannya didepan kamera. Begitu panjangnya ulat ini. Hingga wajahnya pun menghilang dibalik bantal.
.
Aku mendengarkan mereka bercerita tentang mainannya. Memberi kesempatan satu persatu memamerkan mainan tersebut pada yang lain. Hingga 20 menit kemudian aku mengakhiri panggilan video ini, setidaknya kerinduan itu sedikit terobati. Walau hanya melalui suara dan gambar.
.
Semoga semuanya segera membaik kembali..
 
Posting : fb

Komentar

Postingan Populer