BukBer
#dirumahsaja
.
Ramadhan kali ini berbeda. Sangat berbeda. Karena semua dilakukan dirumah. Shalat taraweh, baca Alqur'an, buka puasa. Semuanya. Pun ketidakpulangan adek besar.
.
Di Ramadhan yang biasa, setidaknya sekali dalam bulan puasa, dia akan datang dari luar kota. Pulang ke rumah. Jauh - jauh hari sebelum dia datang, kami sudah mengatur waktu untuk mengajak bapak ibu buka puasa bersama diluar. Sambil berjalan - jalan.
.
Tapi karena Ramadhan kali ini tidak biasa, maka buka puasa bersama kami pun menjadi diluar kebiasaan. 😊.
.
Seperti disuatu sore menjelang maghrib, anak laki - laki satu - satunya dikeluarga ini melakukan sambungan jarak jauh menggunakan video.
.
Setelah bertanya kabar bapak ibu, seperti biasanya, dia pun mulai menanyakan menu berbuka.
.
"Hari ini bukanya sama apa, Nang?" Tanya ibu penuh perhatian.
.
"Tadi beli jajan pasar," jawabnya. "Ibu masak apa?" Pertanyaan rutin yang selalu diajukan ketika dia berbicara dengan ibu melalui telpon.
.
Sebelum ibu sempat menjawab, mbak segera membawa piring berisi bakwan ke depan layar ponsel. Memamerkan masakan sore itu.
.
"Mana jajan pasarnya, Nang?" Tanyaku setelah selesai proses pamer segala sesuatu yang ada dimeja. Termasuk toples kosong. 😀.
.
"Nih," ujarnya seraya menunjukkan satu persatu jajan pasar yang dibelinya. Ada 5 macam jajan pasar. Masing - masing berjumlah satu saja.
.
"Kebanyakan itu, Nang," aku mulai protes. "Yang dimakan tiga ajah. Sisanya buat sahur nanti," saranku.
Begitu 'sayang'nya kami pada adek besar, sehingga apa yang boleh dan tidak boleh dimakannya, kami pun turut campur tangan. Walaupun berjauhan. 😜.
.
Tentu saja protes ini tak dihiraukannya. Dia tetap asyik memamerkan makanannya. Dan tak lama kemudian...
.
"Sudah Maghrib!" Serunya seraya memperdengarkan suara sirene. Mulailah dia minum es degan dan satu persatu jajan pasar. Sebelum makan, dia mengarahkan dulu makanan dan minuman itu ke depan layar ponsel. Memakannya dengan nikmat. Sementara kami hanya memandanginya saja.
.
Yups! Karena berada ditempat yang berbeda, maka waktu berbukanya pun tak sama. Adek besar yang berada di wilayah Timur, telah berbuka lebih dulu. Sementara kami sepanjang menunggu waktu berbuka, harus puas memandanginya makan dan minum.
.
Benar - benar acara buka puasa bersama yang berbeda. 😂.
Ramadhan kali ini berbeda. Sangat berbeda. Karena semua dilakukan dirumah. Shalat taraweh, baca Alqur'an, buka puasa. Semuanya. Pun ketidakpulangan adek besar.
.
Di Ramadhan yang biasa, setidaknya sekali dalam bulan puasa, dia akan datang dari luar kota. Pulang ke rumah. Jauh - jauh hari sebelum dia datang, kami sudah mengatur waktu untuk mengajak bapak ibu buka puasa bersama diluar. Sambil berjalan - jalan.
.
Tapi karena Ramadhan kali ini tidak biasa, maka buka puasa bersama kami pun menjadi diluar kebiasaan. 😊.
.
Seperti disuatu sore menjelang maghrib, anak laki - laki satu - satunya dikeluarga ini melakukan sambungan jarak jauh menggunakan video.
.
Setelah bertanya kabar bapak ibu, seperti biasanya, dia pun mulai menanyakan menu berbuka.
.
"Hari ini bukanya sama apa, Nang?" Tanya ibu penuh perhatian.
.
"Tadi beli jajan pasar," jawabnya. "Ibu masak apa?" Pertanyaan rutin yang selalu diajukan ketika dia berbicara dengan ibu melalui telpon.
.
Sebelum ibu sempat menjawab, mbak segera membawa piring berisi bakwan ke depan layar ponsel. Memamerkan masakan sore itu.
.
"Mana jajan pasarnya, Nang?" Tanyaku setelah selesai proses pamer segala sesuatu yang ada dimeja. Termasuk toples kosong. 😀.
.
"Nih," ujarnya seraya menunjukkan satu persatu jajan pasar yang dibelinya. Ada 5 macam jajan pasar. Masing - masing berjumlah satu saja.
.
"Kebanyakan itu, Nang," aku mulai protes. "Yang dimakan tiga ajah. Sisanya buat sahur nanti," saranku.
Begitu 'sayang'nya kami pada adek besar, sehingga apa yang boleh dan tidak boleh dimakannya, kami pun turut campur tangan. Walaupun berjauhan. 😜.
.
Tentu saja protes ini tak dihiraukannya. Dia tetap asyik memamerkan makanannya. Dan tak lama kemudian...
.
"Sudah Maghrib!" Serunya seraya memperdengarkan suara sirene. Mulailah dia minum es degan dan satu persatu jajan pasar. Sebelum makan, dia mengarahkan dulu makanan dan minuman itu ke depan layar ponsel. Memakannya dengan nikmat. Sementara kami hanya memandanginya saja.
.
Yups! Karena berada ditempat yang berbeda, maka waktu berbukanya pun tak sama. Adek besar yang berada di wilayah Timur, telah berbuka lebih dulu. Sementara kami sepanjang menunggu waktu berbuka, harus puas memandanginya makan dan minum.
.
Benar - benar acara buka puasa bersama yang berbeda. 😂.
Posting : fb
Komentar