Sepatu Baru
Sore hari, saat anak - anak mulai dijemput satu persatu...
.
"Ersya, sudah dijemput. Ambil sepatunya, ya," aku memberitahu Ersya yang sedang bermain dihalaman belakang sekolah.
.
Ersya segera beranjak mengambil sepatunya dirak.
.
"Bu Yayuk, sepatuku baru," pamer Ersya seraya menunjukkan sepatu warna biru yang dikenakannya.
.
"Oya? Bagus banget. Ada pitanya lho," pujiku mengomentari sepatu baru miliknya.
.
"Ini juga sepatu baru, Bu Yayuk," Rafif yang tengah mengenakan kaos kaki tampak menghentikan kegiatannya demi mengangkat sepatu miliknya dengan tangan kanan.
.
"Itu khan sepatu lama, Bang," aku mengingatkan. Karena sepatu itu biasa digunakannya saat ke sekolah.
.
"Gak, Bu Yayuk. Ini baru!" Rafif bersikukuh dengan perkataannya.
.
Dan yang terjadi kemudian adalah eyel - eyelan antara 'ibu dan anak'. Masing - masing mempertahankan pendapatnya. 😀.
.
Hingga akhirnya aku mengalah..
.
"Ok," ujarku sambil menarik napas terlebih dahulu. "Sepatu Abang baru. Bagus banget," pujiku sambil tertawa kecil.
.
"Jangan ketawa, Bu Yayuk," Rafif mengajukan protes. Karena aku terlihat tidak tulus saat memuji sepatu barunya.
.
"Ok. Ibu ulangi," kali ini aku menampakkan wajah serius untuk memuji. Menghapus rasa ingin tertawa. "Wow! Sepatu Abang bagus banget. Warnanya sama dengan punya mbak Ersya, ya. Biru," pujian panjang kuberikan padanya.
.
Rafif tersenyum senang dan segera berlalu menemui sang mama yang telah menanti. Dan tinggallah aku yang menuntaskan tawa yang tadi tertunda.
.
Abang memang selalu berhasil menjadi mood booster bagi Bu Yayuk. 😂.
.
"Ersya, sudah dijemput. Ambil sepatunya, ya," aku memberitahu Ersya yang sedang bermain dihalaman belakang sekolah.
.
Ersya segera beranjak mengambil sepatunya dirak.
.
"Bu Yayuk, sepatuku baru," pamer Ersya seraya menunjukkan sepatu warna biru yang dikenakannya.
.
"Oya? Bagus banget. Ada pitanya lho," pujiku mengomentari sepatu baru miliknya.
.
"Ini juga sepatu baru, Bu Yayuk," Rafif yang tengah mengenakan kaos kaki tampak menghentikan kegiatannya demi mengangkat sepatu miliknya dengan tangan kanan.
.
"Itu khan sepatu lama, Bang," aku mengingatkan. Karena sepatu itu biasa digunakannya saat ke sekolah.
.
"Gak, Bu Yayuk. Ini baru!" Rafif bersikukuh dengan perkataannya.
.
Dan yang terjadi kemudian adalah eyel - eyelan antara 'ibu dan anak'. Masing - masing mempertahankan pendapatnya. 😀.
.
Hingga akhirnya aku mengalah..
.
"Ok," ujarku sambil menarik napas terlebih dahulu. "Sepatu Abang baru. Bagus banget," pujiku sambil tertawa kecil.
.
"Jangan ketawa, Bu Yayuk," Rafif mengajukan protes. Karena aku terlihat tidak tulus saat memuji sepatu barunya.
.
"Ok. Ibu ulangi," kali ini aku menampakkan wajah serius untuk memuji. Menghapus rasa ingin tertawa. "Wow! Sepatu Abang bagus banget. Warnanya sama dengan punya mbak Ersya, ya. Biru," pujian panjang kuberikan padanya.
.
Rafif tersenyum senang dan segera berlalu menemui sang mama yang telah menanti. Dan tinggallah aku yang menuntaskan tawa yang tadi tertunda.
.
Abang memang selalu berhasil menjadi mood booster bagi Bu Yayuk. 😂.
Posting : fb
Komentar