Gak Percaya
Mendung dipagi ini, membuat awal hari menjadi 'sendu'. Rintik kecil sesekali turun diantara mendung yang terus menggantung.
.
Hingga disiang hari, saat langit masih menyisakan mendung....
.
"Ibu, itu hujan," Hibri menunjuk ke langit yang kelam.
.
"Bukan hujan. Tapi mendung, Bi," aku mengoreksi pernyataan Hibri. "Bisa saja nanti berubah menjadi hujan. Tapi bila mendungnya tertiup angin, mendungnya akan hilang, hujannya gak jadi turun, deh," aku menjelaskan tentang salah satu gejala alam.
.
Anak - anak tampak 'khusyuk' mendengarkan penjelasanku. Hening sejenak. Sampai terdengar suara..
.
"Gak, ya," ujar Hibri pada Ahmad.
.
Ahmad tampak terkejut dengan pernyataan tiba - tiba dari Hibri yang seolah - olah meminta persetujuannya. Sementara pada detik yang sama, ibu guru sudah tergelak.
.
"Beneran, Bi," aku mencoba meyakinkan sambil menyembunyikan tawa.
.
"Gak, ya," kali ini Hibri beralih ke Madarik yang berada didepannya.
.
Kali ini aku benar - benar tertawa. Walau sakit karena tak dipercaya.
.
Posting : fb
Komentar