Covid 19
Ini tentang virus Corona atau Covid-19, yang melanda dan mewabah ke seluruh dunia.
.
Awalnya tak terpikir bila wabah ini akan jadi 'mencekam' dan 'menakutkan' seperti sekarang. Karena informasi awal yang diterima seolah - oleh memberi kesan bahwa ini hampir mirip dan sejenis dengan flu batuk pada umumnya. Tapi kenyataannya tidak seperti itu.
.
Karena virus ini mematikan. Dan memiliki penyebaran yang begitu cepat. Tak heran bila kemudian sekolah diliburkan. Himbauan untuk tidak keluar luar didengungkan. Hastag dirumahsaja digencarkan. Menjaga jarak pun diharuskan.
.
Wabah ini benar - benar telah 'menghentikan' dunia. Entah untuk berapa lama.
.
Seiring dengan itu, berita yang bermunculan pun beraneka ragam. Ada yang fakta. Namun tak sedikit yang bohong alias hoax. Dan itu nyata membuat 'panik', was - was dan khawatir yang semakin tinggi.
.
Begitu banyak berita yang berseliweran digrup WA. Begitu banyak data yang ditampilkan ditelevisi atau media online lainnya. Dan itu juga semakin membuat takut dan deg - degan.
.
Hingga akhirnya dipagi ini, saat terbangun dari tidur, aku memutuskan untuk berhenti membuka WA. Melihat beragam postingan dari anggota grup. Berhenti melihat televisi dan berita online.
.
Karena kesehatan pikiranku, rasanya lebih penting. Karena itu yang akan menjadi modal awal untuk tetap posotive thinking. Meyakini bahwa semua berasal dari Allah dan Dia pasti memberikan jalanNya.
.
Ikhtiar pasti. Dengan tetap berada dirumah. Tidak keluar bila itu tidak penting sekali. Kalaupun harus keluar, maka mencoba untuk menjaga jarak aman dengan orang lain. Begitu sampai dirumah, segera berganti baju, membersihkan diri. Juga sering - sering cuci tangan. Makan yang sehat, banyak minum serta istirahat yang cukup.
.
Selebihnya, kembalikan lagi pada Allah. Karena Dia yang menggenggam semua yang bernyawa. Dia yang memiliki takdir atas kehidupan semua hambaNya. Meyakini, akan ada akhir yang baik atas semua kejadian ini. Dengan catatan, kita pandai mengambil hikmah atas semua yang terjadi.
Posting : Kn
.
Awalnya tak terpikir bila wabah ini akan jadi 'mencekam' dan 'menakutkan' seperti sekarang. Karena informasi awal yang diterima seolah - oleh memberi kesan bahwa ini hampir mirip dan sejenis dengan flu batuk pada umumnya. Tapi kenyataannya tidak seperti itu.
.
Karena virus ini mematikan. Dan memiliki penyebaran yang begitu cepat. Tak heran bila kemudian sekolah diliburkan. Himbauan untuk tidak keluar luar didengungkan. Hastag dirumahsaja digencarkan. Menjaga jarak pun diharuskan.
.
Wabah ini benar - benar telah 'menghentikan' dunia. Entah untuk berapa lama.
.
Seiring dengan itu, berita yang bermunculan pun beraneka ragam. Ada yang fakta. Namun tak sedikit yang bohong alias hoax. Dan itu nyata membuat 'panik', was - was dan khawatir yang semakin tinggi.
.
Begitu banyak berita yang berseliweran digrup WA. Begitu banyak data yang ditampilkan ditelevisi atau media online lainnya. Dan itu juga semakin membuat takut dan deg - degan.
.
Hingga akhirnya dipagi ini, saat terbangun dari tidur, aku memutuskan untuk berhenti membuka WA. Melihat beragam postingan dari anggota grup. Berhenti melihat televisi dan berita online.
.
Karena kesehatan pikiranku, rasanya lebih penting. Karena itu yang akan menjadi modal awal untuk tetap posotive thinking. Meyakini bahwa semua berasal dari Allah dan Dia pasti memberikan jalanNya.
.
Ikhtiar pasti. Dengan tetap berada dirumah. Tidak keluar bila itu tidak penting sekali. Kalaupun harus keluar, maka mencoba untuk menjaga jarak aman dengan orang lain. Begitu sampai dirumah, segera berganti baju, membersihkan diri. Juga sering - sering cuci tangan. Makan yang sehat, banyak minum serta istirahat yang cukup.
.
Selebihnya, kembalikan lagi pada Allah. Karena Dia yang menggenggam semua yang bernyawa. Dia yang memiliki takdir atas kehidupan semua hambaNya. Meyakini, akan ada akhir yang baik atas semua kejadian ini. Dengan catatan, kita pandai mengambil hikmah atas semua yang terjadi.
Posting : Kn
Komentar