Alergi
Ketika orang lain menggunakan istilah 'bekerja dari rumah', maka istilah yang kugunakan adalah 'bekerja di rumah'.
.
.
Karena saat libur 'mendadak' seperti saat ini, tak ada pekerjaan sekolah yang harus aku lakukan dari rumah. Jadi, libur yang entah kapan berakhirnya ini, membuatku bekerja di rumah. Mencuci, mengepel, menyapu, menyetrika dan berbagai pekerjaan rumah lainnya.
.
.
Maka beginilah yang terjadi...
.
"Mbak semalem bersin - bersin. Trus dibanyakin minum air. Alhamdulillah sekarang bersinnya hilang," mbak berkata begitu ketika mendengarku bersin - bersin sejak tadi.
.
"Ini juga bersinnya gara - gara nyapu," sahutku.
Saat itu, aku tengah menyapu rumah. Pekerjaan rutin dipagi hari. Karena aku memiliki alergi debu rumah, selain alergi cuaca dingin, maka dapat dipastikan, ketika menyapu aku akan bersin - bersin. Seakan ada yang menggelitik dihidung.
.
"Seharusnya, nih adek gak boleh nyapu. Gak boleh bersih - bersih rumah. Soalnya bikin bersin - bersin terus," ujarku seraya membersihkan hidung menggunakan tisu.
.
"Iya. Gak usah ngapa - ngapain ajah. Tidur - tiduran kayak nyonya besar," jawab mbak dengan nada tinggi.
.
Aku yang mendengar omelannya tak mampu menahan tawa. Salahku apa? Aku khan cuma menyampaikan fakta. Tidak lebih. Mengapa jadi diomelin?
.
----------------------------------------------------------------------------
Oya, untuk urusan alergi debu ini, aku kadang malu sendiri bila bertamu ke rumah saudara atau teman. Karena mereka tahu bila aku alergi debu rumah. Dan ketika berkunjung, lalu aku lebih banyak bersin - bersin daripada ngobrolnya, mereka akan berkata, "Maaf, ya. Rumahnya kotor. Banyak debu."
.
Begitulah. Sesensitif itu. Membuat jadi tak enak hati.
.
Posting : fb
Komentar