Beda
Karena berlatih motorik kasar, tak selalu harus diluar ruangan, maka disuatu pagi yang mendung, saat mendampingi anak - anak dicircle time, aku mengajak mereka berlomba.
.
Lomba yang sekaligus melatih motorik kasar. Ibarat pepatah, sekali merengkuh dayung dua tiga pulau terlampaui. Sambil bermain, motorik kasar mereka pun terlatih.
.
Maka mulailah bermacam lomba. Merangkak, merayap, jalan jinjit, berlari dan melompat.
.
"Sekarang giliran Hibri, Ahmad, Rafif," aku memanggil satu persatu. "Mau lomba apa dulu, nih?"
.
"Lari!" Kompak mereka menjawab.
.
"Ok. Ibu hitung, ya. Satu... dua... tiga.."
.
Dan berlarilah mereka menuju garis batas yang telah ditentukan. Tak dapat ditemukan pemenangnya. Karena mereka bertiga saling menunggu untuk sampai digaris finish.
. Tampaknya mereka tak ingin bersaing.
.
"Selanjutnya lomba merayap, ya," ujarku.
.
"Seperti bu ya....," Hibri tampak berhenti beberapa saat. Seperti mencari kelanjutan dari apa yang telah diucapkannya.
.
Sementara aku menunggu dengan berdebar - debar. Khawatir dia salah lagi. Dan akhirnya...
.
"Seperti buaya," ujarnya dengan senyuman.
.
Aku pun bernapas lega. Alhamdulillah. Buaya yang diucapkannya. Bukan Bu Yayuk. Sepertinya Hibri sudah bisa membedakan antara Bu Yayuk dan buaya.
.
Posting : FB
Komentar