Sebuah Panggilan (2)
Selanjutnya adalah temanku saat kuliah...
Sebuah nama panggilan khusus kusematkan padanya lantaran ada teman lain yang memiliki nama panggilan yang sama dengannya. Agar tidak tertukar, teman - teman biasa menambahkan kata 'Jogja' dibelakang namanya. Untuk membedakan.
'Jogja' dipilih, karena sama sepertiku, dia berasal dari kota yang sama dan merantau ke kota lain untuk belajar. Repot harus menambah embel - embel 'Jogja' dibelakang namanya, maka aku memilih untuk memanggilnya Imer.
Berasal dari penggalan nama panjangnya yaitu 'Mar', tapi kemudian dibuat jadi lebih keren menjadi 'Mer'. Karena dia memiliki bibir yang cantik mirip Meriam Bellina. 😀. Berkulit hitam manis, layaknya wanita Jawa pada umumnya.
Sebagai anak rantau, kami tinggal di kost - kostan yang letaknya berseberangan. Saat aku menjemur pakaian dari lantai 3, maka aku bisa melihat kostnya di seberang sana. Tak jarang bila di pagi hari kulihat dia ada didepan kostnya, maka kami akan janjian untuk pergi kuliah bersama.
Caranya?
Dengan menaikkan suara setinggi mungkin alias berteriak agar terdengar sampai ke seberang sana. Maklumnya saat itu belum ada telpon genggam, maka cara paling ampuh untuk janjian tanpa harus meninggalkan kost - kostan adalah dengan berteriak - teriak laksana tarzan. 😂.
Komentar