Baik - Baik

Dibandingkan temannya yang lain, maka Rafif adalah anak yang sangat aktif. Bila untuk 4 orang anak bisa didampingi oleh satu ibu guru saja, maka tidak begitu dengan Rafif. Dia membutuhkan satu ibu guru hanya untuk mendampinginya saja. Dan itu biasanya dilimpahkan padaku.
.
Mengapa?
Karena aku didaulat menjadi 'ibu' sekaligus 'pawang'nya. 😀.
.
Dan berikut kisahnya...
.
"Rafif, larinya searah," aku mengingatkan Rafif yang tampak berlari berlawanan arah dengan teman lainnya.
Hal ini 'melanggar aturan'. Karena bisa menabrak teman dan itu berbahaya.
.
Mendapat 'peringatan pertama', membuat Rafif kembali berlari mengikuti teman lainnya. Tapi tak berlangsung lama. Karena beberapa waktu kemudian, dia kembali berlari melawan arah dan hampir saja menabrak Myesha.
.
Tidak mau mengambil resiko, aku segera mengambilnya dan menepikan dari lintasan lari anak - anak.
.
"Abang, larinya searah. Kalau seperti tadi, Abang bisa menabrak teman," aku kembali mengingatkan.
Belakang ini, aku mengganti panggilan Aa' yang biasa kusematkan pada Rafif, menjadi Abang. Alasannya? Aku bosan memanggilnya Aa'. 😂.
.
"Larinya searah?" Rafif mengulangi perintahku.
.
"Iya!"
.
"Biar gak nabrak temen?"
.
"Bener banget," aku mengacungkan dua jempol. Teorinya sudah bagus, nih. Tinggal prakteknya ajah yang masih kacau balau. 😜.
.
"Bisa bahaya?" Ulangnya.
.
"Iya. Kalau Abang larinya melawan arah, bisa nabrak teman dan itu berbahaya," aku mengulangi secara lengkap aturan yang berlaku.
.
"Iya Bu Yayuk," jawabnya yakin.
.
"Ok! Sekarang Abang boleh lari lagi. Baik - baik, ya," aku mewanti - wanti.
.
"Iya. Bu Yayuk juga baik - baik, ya," ujarnya dengan sungguh - sungguh seraya menatapku.
.
Lha? Kok? Ibu khan gak ngapa - ngapain, Bang? 😂.

(Posting : fb)

Komentar

Postingan Populer