Abang
Aku biasa memanggil anak - anak dikelompok usia 3 - 5 tahun dengan
menggunakan 'mas' atau 'mbak' didepan nama mereka. Sedangkan untuk yang
lebih kecil, aku memanggil nama saja.
Mengapa tidak menggunakan panggilan 'adik'? Karena menurut ibu guru, panggilan 'adik' hanya diperuntukkan buat Bu Yayuk saja. 😛.
.
Dan berikut ceritanya...
.
"Bu Yayuk, Abang bikin tank," Rafif menunjukkan sebuah bentuk yang dibuatnya dari mainan pasang bongkar.
.
"Wow!! Abang keren. Sekarang tank nya sudah mulai berbentuk," ujarku, memuji.
Khusus buat Rafif, aku memanggilnya 'Abang'. Mengapa? Karena bagi Bu Yayuk, Rafif adalah anak yang khusus, sehingga panggilannya pun harus khusus. (Subyektif banget. 😀).
.
"Bu Yayuk, ini roket!" Tiba - tiba Hibri sudah muncul dihadapanku dengan membawa mainan yang dibuatnya juga dari pasang bongkar.
Belakangan Hibri sudah bisa memanggilku dengan panggilan yang benar. Setelah sebelumnya dia biasa menyapaku dengan 'Buaya'. 😁.
.
"Oya? Bibi bikin roket?" Aku memasang wajah takjub atas karya yang dipamerkannya.
.
"Roketnya terbang," Hibri mengangkat mainannya menggunakan tangan kanan dan menggerakkan kesana kemarin layaknya menerbangkan pesawat.
.
"Bibi pintar, sudah bisa bikin roket sendiri," pujiku sekali lagi. Aku memanggil Hibri dengan panggilan Bibi. Sebuah panggilan sayang. 😊.
.
"Ini Abang Bibi, Bu Yayuk," ujar Hibri sambil menunjuk dadanya.
.
Sejenak aku bingung dengan apa yang dimaksudnya. Hingga
.
"Abang Bibi? Hibri mau dipanggil Abang juga?" Tanyaku, meyakinkan.
.
"Iya! Abang Bibi," jawabnya seraya tersenyum.
.
Aku pun tergelak mendengar jawabannya. Ok lah. Setelah Abang Rafif, kini ada lagi Abang Hibri. Terlalu banyak abang. Jadi berasa bukan di Jogja. 😂.
Mengapa tidak menggunakan panggilan 'adik'? Karena menurut ibu guru, panggilan 'adik' hanya diperuntukkan buat Bu Yayuk saja. 😛.
.
Dan berikut ceritanya...
.
"Bu Yayuk, Abang bikin tank," Rafif menunjukkan sebuah bentuk yang dibuatnya dari mainan pasang bongkar.
.
"Wow!! Abang keren. Sekarang tank nya sudah mulai berbentuk," ujarku, memuji.
Khusus buat Rafif, aku memanggilnya 'Abang'. Mengapa? Karena bagi Bu Yayuk, Rafif adalah anak yang khusus, sehingga panggilannya pun harus khusus. (Subyektif banget. 😀).
.
"Bu Yayuk, ini roket!" Tiba - tiba Hibri sudah muncul dihadapanku dengan membawa mainan yang dibuatnya juga dari pasang bongkar.
Belakangan Hibri sudah bisa memanggilku dengan panggilan yang benar. Setelah sebelumnya dia biasa menyapaku dengan 'Buaya'. 😁.
.
"Oya? Bibi bikin roket?" Aku memasang wajah takjub atas karya yang dipamerkannya.
.
"Roketnya terbang," Hibri mengangkat mainannya menggunakan tangan kanan dan menggerakkan kesana kemarin layaknya menerbangkan pesawat.
.
"Bibi pintar, sudah bisa bikin roket sendiri," pujiku sekali lagi. Aku memanggil Hibri dengan panggilan Bibi. Sebuah panggilan sayang. 😊.
.
"Ini Abang Bibi, Bu Yayuk," ujar Hibri sambil menunjuk dadanya.
.
Sejenak aku bingung dengan apa yang dimaksudnya. Hingga
.
"Abang Bibi? Hibri mau dipanggil Abang juga?" Tanyaku, meyakinkan.
.
"Iya! Abang Bibi," jawabnya seraya tersenyum.
.
Aku pun tergelak mendengar jawabannya. Ok lah. Setelah Abang Rafif, kini ada lagi Abang Hibri. Terlalu banyak abang. Jadi berasa bukan di Jogja. 😂.
(Posting : fb)
Komentar