Video Call
Menerima panggilan telpon yang aneh - aneh, bagiku sudah biasa. Tak terkecuali sore ini....
Ketika tengah sibuk menyiapkan anak - anak untuk mandi, tiba - tiba sebuah panggilan telpon kuterima. Video call. Nama yang tertera di layar 'Muridku - Kiki'. Tanda (-) kuberikan untuk menandai bahwa murid yang bersangkutan telah lulus dari Amalia.
.
"Assalamu'alaikum Kiki," aku mengawali video call nya. Tak tampak wajah Kiki. Yang ada hanya langit - langit rumah. 😀. Selalu seperti itu.
.
"Bu Yayuk," suaranya terdengar. Tapi tak terlihat wajahnya.
.
"Kiki mainan hp ibu, ya?" Tanyaku.
.
"Bu Yayuk," panggilnya lagi.
.
Hadegh.. bila seperti ini terus, bakalan lama, nih.
.
"Ki, ngobrol sama Hana ajah, ya," ujarku seraya menggamit lengan Hana. Mendekat pada layar ponsel. "Hana, ngobrol dulu sama Kiki, ya. Ibu mau bantu temen - temennya mandi," aku memberi instruksi.
.
Dan, mulailah Hana menyapa Kiki. Dan Kiki menyambut sapaannya diujung sana. Yang kudengar, obrolan mereka tidak jelas apa yang dibicarakan Tapi entah mengapa tetap saja nyambung. Hingga tak terasa 30 menit telah berlalu.
.
"Bu Yayuk, sudah! Matiin," Kiki memanggilku dari seberang sana.
.
"Tinggal dimatikan saja, Ki," aku berteriak dari pintu belakang karena sedang membantu Nino membuka baju.
.
"Bu Yayuk matiin," pinta Kiki lagi.
.
Hadegh... kok jadi repot gini. Aku segera beranjak menuju meja dan menekan tombol merah. Mengakhiri pembicaraan.
.
Ah, dia yang mengawali. Mengapa harus aku yang mengakhiri. 😂.
(Posting : ig)
Komentar