Bahasa

Bertahun di pondok yang sehari - hari menggunakan bahasa Arab dan Inggris, membuat keponakan cantik yang sulung, harus membiasakan dengan bahasa yang digunakan oleh ibu dan buleknya.
.
Di rumah, aku dan mbak terbiasa menggunakan 3 bahasa yaitu Jawa, Palembang dan Indonesia. 😜. Kami biasa mencampur baur pemakaian ketiga bahasa ini. Tanpa mempedulikan lawan bicara yang kebingungan mengartikannya.
.
Seperti ini...
.
"Mbak Na, tolong ambilkan kunci mobil dipocok mejo batu," mbakku meminta tolong pada keponakan cantik, anaknya.
.
Bergegas memenuhi permintaan sang ibu, keponakan sulung yang biasa kami panggil 'mbak Na', tampak kebingungan.
.
"Bul, pocok apaan, ya?" Tanyanya padaku yang sedang duduk diruang makan.
.
"Atas", jawabku nyengir. Itu bahasa Palembang. 😊.
.
Lain waktu...
.
"Bul, kalau samping bahasa Jawanya apa?" Tanya keponakanku.
.
"Samping mana? Kanan atau kiri?" Aku balik bertanya.
.
"Kalau kanan?"
.
"Kanan tuh kiwo. Kalau kiri itu tengen," aku menjelaskan.
.
"Bukannya kiwo itu kiri, bul?" Dia bertanya lagi.
.
"Ha? Mbak Na jangan bikin bulek bingung dong," aku protes lantaran tidak yakin dengan jawabanku tadi.
.
"Lho? Ini khan nanya bul," keponakanku balik protes.
.
Dan akhirnya, bantuan mbah google pun dimintakan untuk mencari jawaban yang pasti. 😂.
.
Beginilah bila penguasaan bahasanya cuma setengah - setengah. Bahkan saat berbicara pun kebingungan sendiri. 😂.

(Posting : fb)

Komentar

Postingan Populer