Gitu, deh
Berbesanan
dengan orang Jogja, membuat bulekku dibawakan banyak oleh - oleh khas
Jogja saat mengadakan acara pernikahan putrinya. .
Salah satunya bakpia kukus.
.
Bakpia dalam bentuk yang berbeda. Tidak seperti umumnya bakpia Joga yang sudah terkenal sebagai oleh - oleh khas. Juga proses memasak yang tidak seperti biasa.
.
Bila selama ini kita mengenal bakpia Jogja dipanggang diatas bara api, maka seperti namanya, bakpia kukus dimasak dengan dikukus.
.
Rasanya?
.
Itu bergantung lidah masing - masing. Yang suka bakpia panggang, pastinya merasakan 'sensasi' rasa yang berbeda saat makan bakpia kukus. Karena bakpia panggang serupa kue kering. Sedangkan bakpia kukus layaknya kue basah.
.
Untuk yang suka dengan 'petualangan' kuliner, maka bakpia kukus adalah makanan tradisional dalam bentuk yang tidak biasa dengan rasa yang tentu juga berbeda.
.
Dan inilah ceritanya...
.
"Ini apa?" Tanya bulek bungsuku saat melihat bulekku yang pertama memegang bungkusan bakpia kukus.
.
"Ini bakpia kukus."
.
"Oalah, ini tho yang namanya bakpia kukus," beliau tampak 'kagum'. Karena sebagai orang Jogja, ternyata beliau justru belum tahu bakpia kukus. 😀.
.
"Rasanya bagaimana?" Lanjutnya. Bertanya.
.
"Rasanya kayak gitu. Beda dengan bakpia panggang," jawab bulekku yang pertama, menjelaskan.
.
"Kayak gitu gimana?" Terlihat sekali bila bulek bungsuku yang orang Jogja ini kebingungan mengartikan rasa 'kayak gitu'. 😁.
.
"Ya, gitu deh," jawab beliau lagi.
.
Bulek bungsuku menghentikan pertanyaannya. Mungkin karena pusing. 😂.
.
Dan kini aku tahu. Selain rasa manis, asin, pahit dan rasa - rasa yang sudah dikenal, kini ada rasa baru. Rasa 'gitu, deh'. 😜.
.
(Tulisan ini dibuat sebagai 'penebus rasa bersalah' atas posting cerita sebelumnya yang 'menuai protes' lantaran cerita dan photo 'gak nyambung babarblas'. 😃).
(Posting : ig)
Komentar