Yuk
Mengajarkan nama ibu guru pada Mye, penuh dengan gelak tawa.
Bagaimana tidak? Semua ibu dipanggilnya 'Yayuk'. 😀. Dan itu membuatku tak enak hati dengan ibu guru lainnya.
Maka, pagi ini, aku mengajarinya mengenal satu persatu nama ibu guru.
"Yuk," Mye menunjuk layar laptop yang penuh dengan photoku. 😆.
Bagaimana tidak? Semua ibu dipanggilnya 'Yayuk'. 😀. Dan itu membuatku tak enak hati dengan ibu guru lainnya.
Maka, pagi ini, aku mengajarinya mengenal satu persatu nama ibu guru.
"Yuk," Mye menunjuk layar laptop yang penuh dengan photoku. 😆.
"Ini siapa, Mye?" Tanyaku.
"Ayuk."
"Kalau yang itu, siapa?" Aku menunjuk salah satu ibu guru. Yang biasa dipanggil Bu Dina
"Yuk Na," jawab Mye.
Lha? Kok aneh. 'Yuk' nya kok ikutan?
"Kalau itu?" Aku menunjuk pada Bu Menik.
"Yuk Nik."
Lha? Kok sama ajah.
"Mye, itu Bu Dina. Kalau yang itu, Bu Menik," aku memberi tahu seraya menunjuk satu persatu ibu guru yang kumaksud.
"Yuk Na. Yuk Nik," Mye mengulangi lagi
Dan ibu guru pun berseloroh.
"Mye tahu kalau Bu Yayuk dari Palembang. Makanya dia ikutan panggil ibu guru pakai 'Yuk'."
Aku tertawa mendengar 'kesimpulan' yang dipaksakan ini. 😂.
(Posting : fb)
"Ayuk."
"Kalau yang itu, siapa?" Aku menunjuk salah satu ibu guru. Yang biasa dipanggil Bu Dina
"Yuk Na," jawab Mye.
Lha? Kok aneh. 'Yuk' nya kok ikutan?
"Kalau itu?" Aku menunjuk pada Bu Menik.
"Yuk Nik."
Lha? Kok sama ajah.
"Mye, itu Bu Dina. Kalau yang itu, Bu Menik," aku memberi tahu seraya menunjuk satu persatu ibu guru yang kumaksud.
"Yuk Na. Yuk Nik," Mye mengulangi lagi
Dan ibu guru pun berseloroh.
"Mye tahu kalau Bu Yayuk dari Palembang. Makanya dia ikutan panggil ibu guru pakai 'Yuk'."
Aku tertawa mendengar 'kesimpulan' yang dipaksakan ini. 😂.
(Posting : fb)
Komentar