Tidak Tahu

Selalu menyenangkan untuk menuliskan cerita tentang ibu dan bapak. Karena selalu ada tawa. Atau setidaknya senyum yang terkembang diakhir cerita..

Seperti ini...

"Dek, obat bapak mana?" Bapak bertanya saat aku tengah sibuk di dapur.

Aku diberi tanggung jawab untuk menyiapkan obat bapak setiap pagi. Agar tidak lupa, aku menempatkan obat tersebut dalam wadah - wadah yang sudah ditulisi waktu untuk meminumnya. Pagi, siang, malam.

Berbeda dengan ibu yang bisa mandiri menyiapkan obat sendiri, maka bapak harus selalu disiapkan. Bila aku lupa dan bapak juga tidak ingat, itu berarti ada obat yang tidak diminum. Itu sebabnya, walau sudah disiapkan obatnya, bapak juga harus diingatkan untuk meminumnya. 😁.

Bapak juga tidak tahu nama obat yang diminum setiap hari. Yang dihafal adalah bentuknya. Juga ukurannya.

Dan begini yang terjadi...

"Dek, obatnya jatuh," lapor bapak di suatu malam.

"Yang besar atau yang kecil?" Tanyaku.

"Yang separuh, kecil."

Dokter memberikan beragam ukuran obat. Beberapa obat, harus dibelah dulu sesuai dosis yang diberikan. Yang susah, bila obatnya kecil dan harus dibelah. Karena sering sekali terlepas dari pegangan bapak dan terjatuh ke lantai. Itu berarti, aku harus mengganti dengan yang baru. 😀.

Dan ini mungkin yang paling 'ajaib'. Bapak sendiri tidak tahu nama penyakitnya.

Suatu kali, seorang tetangga yang sudah lama tidak bertemu bapak, tampak pangling karena bapak terlihat lebih kurus dari biasanya.

"Bapak sakit apa?" Tanya beliau setelah ngobrol beberapa saat.

"Sakit paru - paru," jawab bapak.

Adek besar yang saat itu mendampingi bapak, kontan saja langsung meralat jawaban bapak.

Jadi, wajar sekali bila bapak tidak mengenal nama obatnya. Lha wong nama penyakitnya saja, bapak tidak tahu. 😂.

Sehat terus bapak.

(Posting : fb)

Komentar

Postingan Populer