Pilihan
Pemilu sebentar lagi. Ada keseruan yang menyenangkan pada pemilu kali
ini. Karena ada banyak perbedaan. Namun kami menyikapinya dengan banyak
tawa.
Seperti ini...
"Besok kartu yang dicoblos, ada
berapa, sih Pak?" Aku bertanya pagi ini. (Kelihatan sekali bila selama
ini, aku tidak mencari tahu). 😆.
"Ada lima," jawab bapak.
"Kok banyak banget, ya?" Aku mengajukan 'protes'. 😀. "Nanti ibu pilih siapa?" Kali ini aku ganti bertanya pada ibu.
Oya, bagi kami, pemilu tidak rahasia. Karena siapa yang akan dipilih bisa 'didiskusikan' terlebih dahulu. 😁.
"Ibu untuk DPD pilih...., " beliau menyebutkan sebuah nama yang tak asing bagi kami.
Ibu tidak menyebutkan pilihan presidennya, karena sudah 'diputuskan' bahwa pilihan presiden akan disamakan dengan pilihan dokter ganteng, yang biasa memeriksa ibu. 😂.
"Trus kalau DPR nya siapa?" Aku kembali bertanya.
Kali ini, ibu sedikit bingung. Beliau belum menentukan pilihan.
"Pilih saja yang dari...," aku menyebutkan salah satu partai. Lebih tepatnya, aku mulai 'memprovokasi'. 😜.
"Gak usah bingung. Coblos saja gambar partainya. Gak usah orangnya," bapak memberi saran.
"Gak mau! Ibu maunya nyoblos gambar orang," jawab ibu sengit.
"Memangnya ibu mau pilih siapa?" Tanyaku.
Ibu lalu menyebutkan sebuah nama.
"Bapak gak mau. Bapak pilih yang lambangnya....," bapak menyebutkan lambang sebuah partai. Partai kecintaan bapak karena ada tokoh yang bapak sukai disana.
Hmm sepertinya sudah mulai 'memanas'. Padahal orang yang disebutkan ibu, berasal dari partai yang lambangnya disukai bapak.
Jadi? Seru khan pemilu kali ini... 😂.
(Posting : fb)
"Kok banyak banget, ya?" Aku mengajukan 'protes'. 😀. "Nanti ibu pilih siapa?" Kali ini aku ganti bertanya pada ibu.
Oya, bagi kami, pemilu tidak rahasia. Karena siapa yang akan dipilih bisa 'didiskusikan' terlebih dahulu. 😁.
"Ibu untuk DPD pilih...., " beliau menyebutkan sebuah nama yang tak asing bagi kami.
Ibu tidak menyebutkan pilihan presidennya, karena sudah 'diputuskan' bahwa pilihan presiden akan disamakan dengan pilihan dokter ganteng, yang biasa memeriksa ibu. 😂.
"Trus kalau DPR nya siapa?" Aku kembali bertanya.
Kali ini, ibu sedikit bingung. Beliau belum menentukan pilihan.
"Pilih saja yang dari...," aku menyebutkan salah satu partai. Lebih tepatnya, aku mulai 'memprovokasi'. 😜.
"Gak usah bingung. Coblos saja gambar partainya. Gak usah orangnya," bapak memberi saran.
"Gak mau! Ibu maunya nyoblos gambar orang," jawab ibu sengit.
"Memangnya ibu mau pilih siapa?" Tanyaku.
Ibu lalu menyebutkan sebuah nama.
"Bapak gak mau. Bapak pilih yang lambangnya....," bapak menyebutkan lambang sebuah partai. Partai kecintaan bapak karena ada tokoh yang bapak sukai disana.
Hmm sepertinya sudah mulai 'memanas'. Padahal orang yang disebutkan ibu, berasal dari partai yang lambangnya disukai bapak.
Jadi? Seru khan pemilu kali ini... 😂.
(Posting : fb)
Komentar