Sakit
Jadi begini..
Setiap kali tidak mau melakukan sesuatu, Khalisa
selalu beralasan, 'Aku capek'. Atau 'Tanganku sakit'. Bisa juga 'Aku
pusing'. Dan masih banyak lagi alasan yang sejenis itu.
Hal ini
membuat ibu guru terbiasa mendengarkan dan lalu mengabaikan. Karena
setelah itu, dia kemudian lupa dengan alasan yang baru diucapkan.
Kembali bermain dan belajar bersama teman - teman.
Dan ini kejadiannya....
"Aku pusing," ujar Khalisa tiba - tiba. Saat ibu guru tengah menjelaskan tentang kegiatan belajar hari ini. Hal ini diucapkannya hanya sesaat setelah sebelumnya Khalisa berlari dan melompat ke sana ke mari.
Maka seperti biasanya, ibu guru pun tidak begitu memperhatikannya.
Hingga tiba saatnya anak - anak bermain di kelas masing - masing...
"Khalisa badannya panas, Bu," lapor ibu guru kelasnya.
Aku segera menghampiri dan mengecek suhu tubuhnya. Benar saja. Suhu tubuh Khalisa meninggi.
Aku memintanya beristirahat di kasur dan memberitahukan pada sang mama tentang kondisi putri beliau.
"Kakiku sakit," keluhnya. "Tolong pijitin, Bu Yayuk."
Lha?
Tapi baiklah, sambil menungguinya rebahan, aku memijit kedua kakinya. Tentunya ditambahi dengan 'wejangan' panjang lebar.
"Besok lagi, Khalisa gak usah mengeluh macam - macam, ya. Jadinya sekarang ketika Khalisa sakit beneran, ibu guru tidak percaya."
Dia hanya mengangguk saja. Sementara dibelakangku, ibu guru bergumam, "Sudah sakit, masih diceramahi juga."
Aku pun tergelak. Emak - emak banget. 😂.
(Posting : fb)
"Aku pusing," ujar Khalisa tiba - tiba. Saat ibu guru tengah menjelaskan tentang kegiatan belajar hari ini. Hal ini diucapkannya hanya sesaat setelah sebelumnya Khalisa berlari dan melompat ke sana ke mari.
Maka seperti biasanya, ibu guru pun tidak begitu memperhatikannya.
Hingga tiba saatnya anak - anak bermain di kelas masing - masing...
"Khalisa badannya panas, Bu," lapor ibu guru kelasnya.
Aku segera menghampiri dan mengecek suhu tubuhnya. Benar saja. Suhu tubuh Khalisa meninggi.
Aku memintanya beristirahat di kasur dan memberitahukan pada sang mama tentang kondisi putri beliau.
"Kakiku sakit," keluhnya. "Tolong pijitin, Bu Yayuk."
Lha?
Tapi baiklah, sambil menungguinya rebahan, aku memijit kedua kakinya. Tentunya ditambahi dengan 'wejangan' panjang lebar.
"Besok lagi, Khalisa gak usah mengeluh macam - macam, ya. Jadinya sekarang ketika Khalisa sakit beneran, ibu guru tidak percaya."
Dia hanya mengangguk saja. Sementara dibelakangku, ibu guru bergumam, "Sudah sakit, masih diceramahi juga."
Aku pun tergelak. Emak - emak banget. 😂.
(Posting : fb)
Komentar