Jatuh

Pagi yang basah, karena hujan telah membasahi tanah kami sejak subuh menjelang. Saat aku baru saja usai membuat sarapan pagi...

"Dek, obat bapak belum disiapin," ujar bapak. .
Setiap hari, aku biasa menyiapkan obat bapak sebelum berangkat sekolah. Kuletakkan dalam tempat yang sudah bertuliskan waktu meminumnya. Pagi, siang, malam. .
Ini untuk memudahkan aku mengingatkan bapak untuk minum obat. Bila ternyata ada wadah yang masih terisi obat, diwaktu yang seharusnya sudah tidak ada lagi.

Beberapa waktu kemudian...

"Bapak ngapain?" Tanyaku. Saat itu aku melihat bapak tengah duduk di lantai. Sesuatu yang jarang sekali bapak lakukan saat berada di ruang tengah.

"Obatnya tadi jatuh," jawab bapak sambil menunjukkan bungkus obat yang sudah terbuka. Dan bapak mencari - cari di bawah kolong meja.

"Ya sudah. Adek ambilkan gantinya," ujarku seraya mengambil lagi obat yang baru.

Jadi, obat yang selama ini diberikan dokter, selalu dalam bentuk pil yang mungil - mungil. Bahkan selain mungil, ada juga yang harus dibelah terlebih dahulu. Sesuai dengan dosisnya.

Maka, aku sudah biasa sekali menyiapkan obat lagi. Lantaran obat yang sebelumnya jatuh atau menggelinding tak tentu arah. 😀.

Dan akan diketemukan nanti, bila menyapu lantai.

Sehat terus bapak..
 
(Posting : ig)

Komentar

Postingan Populer