Rumah Hantu

Aku senang sekali mendengarkan anak - anak ngobrol. Karena.... sering gak jelas arah obrolannya. 😁.

Seperti yang ini...

"Kemarin aku ke alun - alun," Nathan membuka perbincangan.

"Sama, ya Than," jawab Isa.
Ini salah satu kebiasaan anak - anak saat ngobrol. Menjawab obrolan dengan 'sama, ya'.

"Iya, ya. Sama," Nathan mengiyakan.
Padahal aku yakin sekali, mereka tidak ada di lokasi yang sama pada saat itu. 😀. 

"Aku ke rumah hantu," Nathan melanjutkan ceritanya.

"Iya. Sama, ya. Aku juga," kali ini Atma.
Aku jadi curiga. Jangan - jangan sepulang sekolah, mereka 'hang out' di alun - alun. 😆.

"Aku gak takut sama hantu," Nathan masih mendominasi pembicaraan.

"Gak ya. Kamu takut sama hantu," Isa membantah Nathan.
Kok bisa Isa tahu, ya? Jadi penasaran. 😅.

"Iya. Nathan takut hantu," sekarang Kiki menimpali.

Nathan tidak terima atas ketidakpercayaan teman - temannya. Maka dia pun membantah pernyataan itu.
"Gak yaaaa," jawab Nathan. "Aku lihat rumah hantunya lompat - lompat," lanjut Nathan sambil juga melompat - lompat.

Sampai sini aku sudah tak tahan untuk tertawa. Membayangkan rumah hantunya lompat - lompat. Mungkin karena kebanyakan hantu, maka rumahnya lompat - lompat ketakutan. 😂.

(Posting : fb)

Komentar

Postingan Populer