Drama Pagi Hari

Paginya cerah. Matahari sudah membagi rata panasnya. Tidak cuma hangat saja. Langitnya pun bersih.
Seakan memberi tanda bahwa hari ini akan berlangsung dengan tenang.

Anak - anak pun sudah mulai berdatangan. Bermain dengan teman. Atau sekedar bercanda. Tenang. Tak ada gejolak apapun.

Hingga 'prahara' itu datang. Dengan diiringi 'drama' yang menyertakan 'akting' yang cukup dramatis... 😊. Menjadikan pagi berubah drastis....

Khalisa datang diantar ayah. Turun dari kendaraan, langsung berlari ke luar pagar. Yang diikuti oleh ibu guru. Memastikan dia tidak berlari lebih jauh. Sementara sang ayah menurunkan tasnya dan segera berlalu. Terkesan tega, ya?

Hhmm.. sepertinya harus selesaikan dulu membacanya. 😊.

Ibu guru lalu membawa Khalisa ke halaman belakang. Karena begitu aturannya. Boleh menangis. Tapi di belakang. Agar suara tangisnya tidak mengganggu teman lainnya.

Beberapa waktu berlalu, ibu guru belum berhasil membujuknya. Dan aku pun menghampiri.

"Khalisa masih mau menangis atau masuk ke dalam?" Tanyaku.

"Aku mau ke dalam," jawabnya seraya menghapus sisa air mata di pipi.

Aku menggandengnya ke dalam. Kemudian bertanya lagi, " Khalisa mau ibu peluk?"

Sstt.. ini salah satu trik rahasia. Ketika anak menangis dan tidak mau bercerita, tawarkan sebuah pelukan. Biarkan dia menangis sepuasnya dalam pelukan. Berikan ketenangan. Berdasarkan pegalaman, nih.. bila tangisnya sudah terpuaskan, dia akan bercerita dengan sendirinya. 😊.

Khalisa menerima tawaranku. Dia memelukku erat sekali. Masih ada tangis yang tadi belum tuntas, dan sekarang diusaikannya dalam pelukanku.

Sampai...

"Khalisa minta apa sama ayah?" Aku langsung 'menuduhnya'.
Jadi.. setiap akan pergi sekolah, selalu ada saja yang dimintanya. Istilah yang digunakan ibu guru adalah 'pajak'. 😀. Bila kemauannya tidak dikabulkan, maka kejadian seperti pagi inilah yang dilakukannya.

"Aku minta mainan," jawabnya.

Daaaann.. sebagai 'ibu'nya, aku pun mulai 'mengomel' panjang lebar. 😁... "Mainan Khalisa khan sudah banyak. Jadi beli mainannya bisa lain waktu. Lagian kalau menangis kayak tadi, cantiknya bisa hilang. Padahal gak ada toko yang jualan cantik."

Bayangkanlah ketika kecantikan atau ketampanan dijual bebas di toko, pasti akan laku keras. 😂

Mendengar 'omelan'ku, seketika senyum Khalisa pun terkembang. 😉. Dia tidak mau kehilangan kecantikannya. 😁.

Dan 'drama' satu babak pun berakhir dengan bahagia..

(Posting : fb)

Komentar

Postingan Populer