Potong Bebek
Hari ini, ibu guru kelas 2 - 3 tahun mengajak anak - anak untuk bermain
di sentra balok unit. Membangun bentuk bangunan sesuai tema pekan ini,
yaitu toko roti..
Tapi.... karena ini adalah kelasnya anak kecil, maka tema bangunannya bisa berubah sesuai dengan keinginan anak - anak.
.
Seperti Azel, yang memilih membangun masjid. Nino belum sempat kutanyain, bangunannya sudah dibongkar! Sementara Hana lebih baik. Membuat kue. Tak apalah tak membangun toko kue. Tapi setidaknya, membuat kuenya. 😀.
.
Tengah aku mengabadikan kegiatan anak - anak, Nino datang menghampiriku. Membawa aksesoris balok berupa bentuk bebek.
.
"Mbak Yayuk, dipotong," ujarnya seraya menyorongkan bebek ke hadapanku.
.
"Dipotong? Gak bisa dong, No. Ini khan dari kayu. Keras. Ibu gak bisa," jawabku.
.
"Potong, mbak Yayuk," ujarnya lagi. Kali ini lebih kenceng.
.
Gimana, sih? Khan sudah dibilang gak bisa..
.
"Di photo, Bu Yayuk," akhirnya bantuan itu pun datang dari salah satu ibu guru.
.
Oalah... Nino minta diphoto dengan aksesori bebek! Maka aku pun mulai mengambil gambarnya. .
Saat kutunjukkan, dia tampak tidak suka. .
"Gak gitu," ucapnya. Tak senang.
.
Ku ulangi lagi mengambil gambarnya. Saat kutunjukkan lagi, dia tersenyum senang.
.
Ternyata, Nino minta bebeknya yang terlihat di bagian depan photo. 😂.
(Posting : ig)
Komentar