Jalan Malam
Andai boleh memilih, aku akan menghindari berkendara di saat malam hari. Karena lampu kendaraan yang mengarah dari segala penjuru, membuat mataku harus bekerja ekstra untuk melihat jalan raya. Belum lagi dengan lampu penerangan jalan raya. Membuat semakin lengkaplah mataku 'bekerja keras' untuk menyesuaikan dengan lingkungan sekitarnya. Agar berkendara menjadi aman di malam hari.
Tapi malam ini...
"Mau pakai mobil atau motor?" Tanya mbak padaku. Malam ini aku akan mengantar mbak untuk suatu keperluan.
"Terserah," jawabku.
"Kita pakai motor ajah, ya. Adek di depan," pinta mbak.
Itu berarti aku yang jadi 'tukang ojek' nya. 😀. Maka, jadilah aku di depan saat kita pergi. Jalan raya yang ramai dan tentu saja suasana malam yang banyak lampu, membuat aku memilih untuk berkendara dengan pelan saja. Tapi ujung - ujungnya malah seperti orang yang tengah belajar naik motor.
Hingga ketika berhenti di belakang sebuah mobil dan mobilnya agak mundur ke belakang, aku tidak membunyikan klakson untuk memberi tahu. Tapi justru berteriak dengan sedikit panik, "Halo.. Halo.. aku dibelakang sini lho. Gak ditabrak." 😂.
Dan sedetik kemudian tersadar. Kenapa gak bunyikan klakson, ya?.. 😆.
Tapi malam ini...
"Mau pakai mobil atau motor?" Tanya mbak padaku. Malam ini aku akan mengantar mbak untuk suatu keperluan.
"Terserah," jawabku.
"Kita pakai motor ajah, ya. Adek di depan," pinta mbak.
Itu berarti aku yang jadi 'tukang ojek' nya. 😀. Maka, jadilah aku di depan saat kita pergi. Jalan raya yang ramai dan tentu saja suasana malam yang banyak lampu, membuat aku memilih untuk berkendara dengan pelan saja. Tapi ujung - ujungnya malah seperti orang yang tengah belajar naik motor.
Hingga ketika berhenti di belakang sebuah mobil dan mobilnya agak mundur ke belakang, aku tidak membunyikan klakson untuk memberi tahu. Tapi justru berteriak dengan sedikit panik, "Halo.. Halo.. aku dibelakang sini lho. Gak ditabrak." 😂.
Dan sedetik kemudian tersadar. Kenapa gak bunyikan klakson, ya?.. 😆.
(Posting : fb)
Komentar