Mosi Tidak Percaya
Alm. Mbah Kakung - Putri dari garis ibu, memiliki 14 putra - putri.
(Dari satu ibu lho, yaaaa). Sedangkan dari garis bapak, alm. Mbah kakung
- Putri, memiliki 6 putra - putri. Jadi, tak heran bila kemudian, aku
memiliki keluarga besar dari kedua garis keturunan ini.
.
Dari garis ibu, karena besarnya jumlah keluarga hingga ke anak, cucu, cicit, maka dibuatlah sebuah perkumpulan keluarga. Kami menamainya Ikatan Keluarga Marso. Alias IKM. Marso adalah nama mbah Kakung.
.
Karena tinggalnya tersebar di beberapa kota, maka dibentuklah 'IKM daerah'. Seperti di Jogja. Ikm Jogja biasa berkumpul sebulan sekali. Tempatnya bergilir. Acaranya? Yang utama adalah makan - makan. Yang lain? 'Membully'!.
. .
Salah satu 'korban' pembully-an kami adalah adik sepupuku. Kedudukannya sebagai sekretaris IKM. Jabatan yang dirasakan membuat 'lelah'. Dan tak henti dia memohon pada kami untuk digantikan dengan yang lain.
.
Suatu hari...
.
"Mbak, pertemuan IKM besok, aku di 'mosi tidak percaya', yoo." Sebuah pesan WA kuterima darinya.
.
"Gak, ah. Kita semua khan percaya banget pada dirimu, dek," jawabku. "Lagian kalau diturunkan, siapa nanti yang akan kita bully?"
.
"Aku siap di bully kok, walau gak jadi sekretaris."
.
"Gak, ah. Gak seru!"
.
Dan.. saat pertemuan berlangsung..
.
"Sekarang marilah kita akhiri pertemuan ini dengan bacaan bsamalah bersama - sama," ajak adik sepupuku diakhir acara pertemuan.
.
"Alhamdulillahi Rabbil alaamiin," serempak kami mengucapkan hamdalah dan setelah itu beramai - ramai membully nya..
.
.
Dan dia pun tampak pasrah atas pembullyan secara berjama'ah ini, lantaran salah mengucapkan hamdalah jadi basmalah.
.
.
Dari garis ibu, karena besarnya jumlah keluarga hingga ke anak, cucu, cicit, maka dibuatlah sebuah perkumpulan keluarga. Kami menamainya Ikatan Keluarga Marso. Alias IKM. Marso adalah nama mbah Kakung.
.
Karena tinggalnya tersebar di beberapa kota, maka dibentuklah 'IKM daerah'. Seperti di Jogja. Ikm Jogja biasa berkumpul sebulan sekali. Tempatnya bergilir. Acaranya? Yang utama adalah makan - makan. Yang lain? 'Membully'!.
Salah satu 'korban' pembully-an kami adalah adik sepupuku. Kedudukannya sebagai sekretaris IKM. Jabatan yang dirasakan membuat 'lelah'. Dan tak henti dia memohon pada kami untuk digantikan dengan yang lain.
.
Suatu hari...
.
"Mbak, pertemuan IKM besok, aku di 'mosi tidak percaya', yoo." Sebuah pesan WA kuterima darinya.
.
"Gak, ah. Kita semua khan percaya banget pada dirimu, dek," jawabku. "Lagian kalau diturunkan, siapa nanti yang akan kita bully?"
.
"Aku siap di bully kok, walau gak jadi sekretaris."
.
"Gak, ah. Gak seru!"
.
Dan.. saat pertemuan berlangsung..
.
"Sekarang marilah kita akhiri pertemuan ini dengan bacaan bsamalah bersama - sama," ajak adik sepupuku diakhir acara pertemuan.
.
"Alhamdulillahi Rabbil alaamiin," serempak kami mengucapkan hamdalah dan setelah itu beramai - ramai membully nya..
.
Dan dia pun tampak pasrah atas pembullyan secara berjama'ah ini, lantaran salah mengucapkan hamdalah jadi basmalah.
(Posting : ig)
Komentar